Warga Kebon Sirih Gak Bisa Nyate, MUI Harap Pembagian Daging Kurban di Jakarta Dievaluasi
Ketua Bidang Infirmasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi | AKURAT.CO/Muslimin
AKURAT.CO, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi sistem pembagian daging kurban olahan ala koki hotel bintang lima.
Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi menilai pembagian daging kurban siap saji memang tidak ada salahnya. Namun, Pemprov DKI harus mengevaluasi kembali sejumlah persoalan di lapangan, misalnya mempertimbangkan tradisi masyarakat mengolah daging kurban sendiri.
"Contoh kongkretnya misalnya begini, saya orang miskin semuanya berharap juga mendapatkan (daging kurban) kita mau bikin gule bareng - bareng gitu kan, di satu kelompok perkawanan di sebuah kampung. Nah kondisi seperti ini kan kondisi yang sangat nyaman dan sangat ditunggu - tunggu oleh warga, nah kalau kemudian dimasak disebuah tempat itu kan tidak terjadi nuansa seperti itu," kata Masduki saat dikonfirmasi, Selasa (13/8/2019).
baca juga:
- Lama Nunggu Ketua DPRD DKI Luluh, Anies Diminta Gunakan Diskresi Jual Saham Bir
- Anies: Usaha Warung Makan Pinggir Jalan Mulai Menggeliat
- Anies Baswedan Cetuskan Sekolah Kolaborasi, Begini Penjelasannya
Menurut Masduki, Pemprov DKI Jakarta seharusnya memberikan opsi daging siap saji dan daging mentah kepada masyarakat. Terlebih, setiap orang memiliki selera makan berbeda-beda.
"Jangan semuanya (diolah jadi makanan siap saji) sehingga berpotensi menghilangkan kelenturan - kelentutan yang menjadi tradisi di dalam masyarakat dan di kampung-kampung," tuturnya.
Selain itu, Masduki mengimbau Pemprov DKI memetakan pendistribusian daging kurban. Dia berharap semua warga mendapat daging kurban.
"Nah itu problem itu, catatat pentingnya itu adalah keberadaan pendistribusiannya ya jangan kemudian mengatasnamakan dimasak di hotel lantas orang - orang miskin yang harusnya dapat jadi enggak dapat. Itu Problem," ucapnya.
Sebelumnya, Warga Kebon Sirih, Jakarta Pusat menilai kebijakan membagikan daging kurban olahan besutan Anies Baswedan menghilangkan tradisi menyate di Hari Raya Idul Adha.
Pepeng salah satu warga Kebon Sirih menuturkan, menyate di Hari Raya Idul Adha sudah umum dilakukan di lingkungannya ketika hari kurban. Namun, pada tahun ini dia tidak bisa menyate karena Pemprov DKI beri daging kurban dalam bentuk olahan.
"Sekarang udah enggak ada lagi daging mentah, mau nyate gimana? Tahun ini kita enggak nyate, biasanya di sini (Kebon Sirih) kalau lagi nyate pasti ramai banget," kata Pepeng saat ditemui di kediamannya, Selasa (13/8/2019).[]