CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019 17:54 WIB
Suasana dalam aksi demo massa PMII di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (20/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Massa aksi dari Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) melemparkan beberapa telur ke arah Gedung Merah Putih KPK ketika menggelar aksi demonstrasi. Lemparan telur membuat para pewarta, aparat kepolisian, dan pekerja KPK berhamburan melarikan diri.
Tak berselang lama, mereka juga membakar ban di halaman gedung dwiwarna KPK, memicu sedikit keributan dengan petugas kepolisian yang berjaga. Gedung KPK pun menjadi gelap akibat pembakaran itu.
Massa dari PMIIjuga sempatmelantunkan selawat. Namun situasi tidak terkontrol dengan baik. Salah satu petugas polisi bahkan menaiki mobil komando untuk menenangkan jalannya demonstrasi.
Lihat juga: Singgung 'Taliban' di Kasus Imam Nahrawi, PMII Demo KPK Besok
Demo di KPKdigelar oleh massa PMIIuntuk memprotes kinerja lembaga antirasuah itu. Massa aksi PB PMII tiba di Gedung Merah Putih sekitar pukul 16.25 WIB.
Denganjaket biru dan atribut bendera PMII, mereka mendesak agar Pimpinan KPK era Agus Rahardjomundur dari jabatannya.
Unjuk rasa tak berjalan tertib. Sempat ada cekcok dengan aparat kepolisian lantaran beberapa massa aksi PB PMII menaiki tembok yang terdapat tulisan 'Komisi Pemberantasan Korupsi'.
Tiga orang diamankan oleh pihak kepolisian akibat kejadian itu. Berdasarkan pengamatan CNNIndonesia.com, satu orang dengan ikat kepala merah putih sudah kembali bergabung dengan rekannya di mobil komando. Sementara dua lainnya belum diketahui keberadaannya.
Lihat juga: KPK Klaim Selamatkan Rp28,7 Triliun dalam 6 Bulan
Satu drone diterbangkan untuk mengawasi demonstrasi. Sementara petugas kepolisian dengan peralatan keamanan lengkap berjaga di lobi Gedung Merah Putih KPK.
Koordinator Aksi Nasional PMII Muhammad Syarif Hidayatullah mengungkapkan alasan pihaknya melaksanakan demonstrasi.
Kata dia, KPK saat ini disusupi oleh kelompok yang ingin bermain politik. Kelompok yang dia maksud adalah Wadah Pegawai KPK yang senantiasa membangun narasi publik bahwa DPR dan Pemerintah berupaya melemahkan kinerja KPK dengan Revisi Undang-undang KPK.
Sementara Syarif menilai poin-poin perubahan dalam aturan tersebut justru menguatkan kinerja lembaga antirasuah itu.
Sejumlah orator menyampaikan pandangan yang hampir serupa. Kata-kata seperti 'taliban', 'LSM yang dibayar', dan sejumlah stigma yang telah menempel di tubuh WP KPK diucapkan. Namun, sayangnya mereka hanya sebatas berbicara tanpa mengungkapkan bukti dengan jelas.
Dalam aksi sore ini, mereka mendesak pertemuan dengan Pimpinan KPK. Syarif menyatakan pihaknya ingin berbicara mengenai pemberantasan korupsi. Sebab, dia menilai KPK tebang pilih dalam menangani kasus.
Lihat juga: Aksi Massa di Depan KPK Sempat Ricuh Usai Bakar Ban
"KPK tebang pilih dalam menentukan kasus," kata Syarif.
[Gambas:Video CNN] (ryn/wis)
Massa PMII unjuk rasa di depan kantor KPK, Jumat (20.9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Minuman keras ilegal memakan nyawa belasan warga Bihar, India. Keluarga menyalahkan aparat yang dinilai gagal memberantas peredaran minuman tersebut.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER