TRAVEL NEWS
Turis Israel Berbondong-bondong ke Dubai Buat Wisata Seks
Turis Israel Selundupkan Narkoba
Tak cuma wisata seks, turis Israel yang liburan ke Dubai juga disebut banyak yang menyelundupkan narkoba. Mereka mengaku membawa serta hasish dan ganja untuk berpesta. Menurut mereka, itu hanyalah narkoba ringan, bukan yang kelas berat seperti kokain, jadi tidak apa-apa.
"Apa yang kami lakukan hanya menyelundupkan sejumlah hashish dan ganja untuk merayakan Tahun Baru dan mabuk. Ini bukan kokain, itu hanya narkoba ringan. Saya tidak percaya akan dapat masalah. Hukuman mati untuk beberapa ratus gram di koper kami? Kami hanya merokok di kamar hotel kami," kata si turis Israel.
Di Uni Emirat Arab sendiri berlaku hukum yang sangat ketat soal narkoba. Hukuman pidana selama 20 tahun penjara menanti mereka yang kedapatan membawa narkoba masuk ke UEA. Beberapa penyelundup narkoba bahkan ada yang dijatuhi hukuman mati.
Namun hukum berat itu nampaknya tidak membuat para turis Israel ini takut. Mereka bahkan sudah menganggap Dubai sebagai rumah kedua mereka dan bebas untuk melakukan apapun.
"Kebanyakan orang Israel di Dubai tidak mengenakan masker. Mereka juga tidak menjaga jarak dan beresiko menerima denda yang sangat besar. Tapi mereka tidak peduli," ujarnya.
Sejak dibukanya hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab, ada sekitar 50.000 turis Israel yang liburan ke Dubai. Jumlah itu dihitung dari bulan September 2020.
Industri seks di Dubai sekarang sudah seperti kepanjangan tangan dari industri seks di Israel. Apa yang terjadi di Dubai sekarang sepertinya efek samping dari normalisasi hubungan kedua negara. Dubai sudah jadi Las Vegas-nya Teluk Arab.
(wsw/fem)