Kepala Satuan Operasional (Kasatop) Armuzna, Jaetul Muchlis mengatakan, petugas akan mulai bergerak ke Arafah pada Kamis (8/8) pukul 22.00 WAS. Mereka bertugas menyiapkan segala sesuatunya sebelum jamaah tiba keesokan harinya. "Petugas besok malam (hari ini) mulai berangkat ke Arafah karena Jumat pagi jamaah sudah mulai didorong ke sana (Arafah)," katanya kepada tim Media Center Haji (MCH) di Mekkah, kemarin.
Tim yang pertama diberangkatkan ke Arafah adalah petugas dari daerah kerja (daker) bandara. Mereka akan dibantu oleh petugas adhoc yang diambil dari berbagai unsur. Untuk petugas daker Madinah akan bertugas di Mina, adapun daker Mekkah di Muzdalifah. Jaetul mengatakan, pihaknya juga menerjunkan 273 petugas Reaksi Cepat Siaga (Mobile Crisis Rescue/MCR) untuk menyisir lokasi-lokasi rawan di Mina.
Tim ini merupakan gabungan petugas dari berbagai unsur seperti Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH, 34 orang), Tim Gerak Cepat (TGC, 70 orang ditambah 22 orang dari tenaga musiman jadi total 92 orang TGC), petugas perlindungan jamaah (linjam, 84 orang), Tim Promosi Preventif (TPP, 29 orang) dan Media Center Haji (MCH, 34 orang).
Baca Juga:
Mereka akan ditempatkan di 11 pos stationer yang tersebar mulai Mina Al Wadi sampai Jamarat. Ada juga tambahan dua pos selepas Jamarat. "Para petugas itu nanti menyebar semuanya. Mereka akan berada di 2 atau 3 subpos dekat dengan pos stationer. Harapannya, betul-betul tidak ada jalur perjalanan jamaah, khususnya saat melempar jumrah di Mina, yang luput dari pantauan," kata Jaetul.
Petugas akan memperhatikan titik kritis di jalur melontar jumrah ini, baik waktu maupun lokasi. Terutama saat pelontaran di hari pertama pada siang hari, antara jam 10.00-16.00 Waktu Arab Saudi. Ini merupakan waktu puncak keramaian dan kepadatan jamaah yang hendak melontar baik di jalur atas dan jalur bawah. Begitu juga lokasi yang rawan akan terjadinya jamaah tumbang yaitu di pos empat yang lokasinya setelah Jumrah Aqabah.
Banyak jamaah yang mengalami kelelahan dan dehidrasi karena mereka harus berjalan kaki sekitar 6-14 kilometer tergantung lokasi maktabnya, padahal banyak jamaah haji Indonesia yang tergolong lansia dan risiko tinggi. Koordinasi melekat juga ada pada TGC dan TPP. Koordinator TGC Erwinsyah mengatakan, ada enam kelompok yang merupakan gabungan TGC dan TPP.
Enam kelompok ini akan mengisi enam pos satelit di Arafah. Setiap pos terdiri dari 10 orang dan akan bertanggung jawab pada 10 maktab. Tiap maktab akan terdiri dari 7-8 kloter yang akan tinggal di dalam tenda-tenda semi permanen yang tengah disiapkan Pemerintah Arab Saudi. “TPP dan TGC akan bersinergi di 6 pos satelit di Arafah memberikan edukasi dan deteksi dini, serta penanganan kegawatdaruratan,” kata Erick.