Brimob Maluku Utara yang Dikirim ke Papua Dilarang Bertindak Sesukanya
Dansat Brimob Polda Maluku Utara Kombes Budi Sartrijo | ANTARA FOTO
AKURAT.CO, Seluruh personel Brigade Mobil Polda Maluku Utara ditugaskan ke Papua dan Papua Barat diinstruksikan untuk tetap mengikuti arahan pimpinan. Mereka sama sekali tidak boleh bertindak sesukanya saat melaksanakan tugas.
Dansat Brimob Polda Maluku Utara Kombes Budi Sartrijo meminta semua personel yang di bawah kendali operasi ke Papua dan Papua Barat agar tidak khawatir, sehingga dalam bertindak harus sesuai mengedepankan standar operasional prosedural yang telah ditentukan.
Hal tersebut disampaikannya usai memberikan arahan kepada 100 personel BKO Polda Papua dan Papua Barat di Kompi 3 Den B Brimob Polda Maluku Utara.
baca juga:
- Cegah Penyebaran Virus, Pemkab Wondama Sediakan 700 Dosis Vaksin untuk Guru
- 9 Fraksi Sepakati Pimpinan Pansus, Azis: RUU Otsus Papua Resmi Dibahas Hari ini
- Kasad Andika Lantik 70 Pati Baru, Putra Papua Naik Jadi Jenderal Bintang Tiga
Oleh karena itu, dia menegaskan kepada seluruh personel Brimob BKO Polda Papua dan Papua Barat untuk perbanyak gas air mata dan hindari terjadinya konflik dengan masyarakat.
"Personel harus perbanyak gas air mata, jangan sekali-kali menggunakan amunisi tajam, karena bisa berakibat fatal," katanya.
Dia menambahkan anggota tetap dibekali dengan amunisi tajam, hanya saja amunisi tersebut tidak digunakan dan akan disimpan karena itu merupakan kendali dari komandan batalion dan atau untuk lama penugasan itu tergantung situasi dan kondisi dan pertimbangan markas besar.
Budi meminta kepada seluruh personel Brimob BKO Polda Papua dan Papua Barat untuk tidak takut dengan situasi dan kondisi yang ada di dua Provinsi tersebut dan jangan takut dengan kondisi di sana, karena di sana sudah ada rekan-rekan Brimob nusantara.
Selain itu, dia mengimbau kepada semua personel yang di BKO-kan ke Polda Papua dan Papua Barat untuk tidak bergerak secara sendiri tetapi berkelompok sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.
"Harus kedepankan SOP dalam bertindak dan tidak ada pergerakan secara sendiri karena semuanya harus body system dan patuhi aturan sesuai protap dan penggunaan amunisi untuk jangan sekali-kali menggunakan amunisi tajam karena itu sudah ada tahapannya baik tahap 1 hingga tahap 5," katanya.
Sebelumnya, Maluku Utara telah siagakan 5 Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Brimobda untuk dikirimkan ke Papua dan Papua Barat guna membantu dan mendukung pemulihan keamanan yang berlangsung dua pekan ini.
Waka Polda Maluku Utara Kombes Lukas Akbar Abriari mengatakan sebanyak 5 SSK itu telah disiapkan dan kalau diperlukan BKO ke Papua, langsung dikirim.
"Pekan lalu, sebanyak 1 SSK Brimob Polda Malut telah dikirim ke Papua dan kami siap untuk berangkatkan, kalau ini dibutuhkan," ujarnya.
Kendati demikian, dia masih menunggu instruksi dari Mabes Polri agar siaga dan masih menunggu instruksi lanjutan. []