Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Sabtu, 24/02/2018 06:45 WIB
Juru bicara FPI, Slamet Maarif (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Persaudaraan Alumni 212 yang juga juru bicara Front Pembela Islam (FPI), Slamet Maarif enggan mengomentari Joko Widodo yang kemungkinan besar bakal maju kembali menjadi calon presiden pada 2019 mendatang.
Diketahui, potensi Jokowi menjadi capres semakin sulit disanggah, karena PDIP baru saja mengumumkan pengusungan Jokowi sebagai capres dalam Rapat Kerja Nasional. Terlebih, ada 7 partai politik selain PDIP yang telah mengusung Jokowi kembali menjadi capres pada 2019.
Padahal selama ini PA 212 dan FPI kerap mengkritik Jokowi selama menjadi presiden. Mereka menganggap Jokowi tidak pro terhadap kelompok Islam karena kerap mengkriminalisasi ulama. Misalnya, ketika kepolisian menangkap sejumlah aktivis Islam atas tuduhan makar. Mengenai hal itu, Slamet enggan berkomentar.
"No comment," kata Slamet kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (23/2).
Lihat juga: Alumni 212 Sebut Pemerintahan Jokowi Kian 'Gigit' Umat Islam
Selain itu, Jokowi juga tidak kunjung mengabulkan permintaan FPI untuk menyetop kasus yang menjerat Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Jokowi pun dianggap tidak ramah terhadap kelompok Islam karena membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia.
Namun, alih-alih menyuarakan suara misal untuk menyetop pengusutan kasus yang membelit ulama sebelum mendaftar menjadi capres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Agustus mendatang, lagi-lagi Slamet memilih untuk bungkam. Dia sama sekali tidak tertarik untuk memberi komentar.
"No comment," ucap Slamet saat ditanyai.
Sebelumnya, PDIP baru saja resmi mengusung Jokowi menjadi capres pada 2019 mendatang. Keputusan tersebut merupakan salah satu hasil dari Rapat Kerja Nasional PDIP ke-III yang dihelat di Bali, Jumat (23/2).
Pengusungan terhadap Jokowi sendiri merupakan hasil dari sikap Megawati yang menggunakan hak prerogatifnya sebagai Ketua Umum PDIP.
Lihat juga: SBY: Pemerintah Jangan Sedikit-sedikit Kriminalisasi Ulama
"Dengan ini saya nyatakan calon presiden dari PDI Perjuangan, Insinyur Joko Widodo," ujar Megawati saat mendeklarasikan pilihannya di gelaran Rakernas PDIP, di Grand Inna Beach Hotel, Sanur, Bali, Jumat (23/2).
Sebelum PDIP, ada 7 partai politik yang telah mengusung Jokowi untuk maju kembali pada Pilpres 2019 mendatang. Mereka adalah Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Golkar, Hanura, Nasional Demokrat, dan Perindo. (eks/eks)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Pemain muda Indonesia, Brylian Aldama, bertolak ke Kroasia pada Kamis (1/4) malam dengan modal nekat karena tidak ditemani siapa pun.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER