Cholil mengaku, kala sakit dan dijenguk senior PKS Hidayat Nur Wahid, ia meminta PKS menampung massa 212 dan eks Partai Bulan Bintang (PBB). Menurut Cholil, masukannya tidak didengarkan PKS.
"Insyaallah Masyumi satu-satunya yang menjadi tumpuan kita karena kita pernah berdiskusi dengan Hidayat Nur Wahid ketika saya sakit, ngobrol 2 jam dan saya minta PKS menampung massa 212, massa eks PBB, beliau berpikir lama, akan musyawarah, akhirnya sekarang tidak ada kabar. Maka saya berkesimpulan PKS tidak bersedia menampung massa umat Islam 212 dan mantan aktivis PBB," katanya.
"Tidak ada jalan lain, kita mendirikan Partai Masyumi yang dulu pernah berjaya," imbuhnya.
Deklarasi Partai Masyumi Reborn diselenggarakan bertepatan dengan peringatan milad ke-75 Masyumi. Masyumi Reborn salah satunya dideklarasikan tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI.
"Tokoh-tokoh berhimpun menggagas kembali bangkitnya Masyumi. Disebut sebagai Masyumi Reborn atau terlahir kembali," kata MS Kaban kepada detikcom.
MS Kaban adalah mantan Ketua Umum PBB yang belakangan menjadi salah satu dari sederet nama dalam Komite Khusus KAMI. Pantauan di lokasi, tampak hadir Amien Rais, Ahmad Yani, hingga Abdullah Hehamahua.
(dkp/idh)