Setelah itu silakan kita berdoa seolah di depan makam keluarga kita sendiri. Setiap saat kita bisa berkunjung untuk nyekar ke makam ini, asalkan jangan lupa membawa kartu IC tersebut.
Usai bersembahyang saat ke luar tentu lapor kembali ke petugas dan akan menutup kembali pintu "makam" tersebut.
Tempat bersembahyang ada dua dengan tipe yang sama. membedakan hanya nama keluarga kita sesuai yang dipanggil menggunakan kartu IC yang kita bawa.
Di Jepang satu makam biasanya untuk satu keluarga misalnya ayah ibu dan anak dalam satu makam dengan nama keluarga yang sama.
Lalu di mana proses otomatis dan teknologi modern tersebut?
Ternyata di balik tempat sembahyang itulah kuncinya.
"Ribuan abu (bisa menampung sekitar 4100 abu jenazah) disimpan di belakang altar sembahyangan tersebut," papar Tomita pengurus makam khusus kepada Tribunnews.com.
Apabila kita melihat tempat kerja belanja Online seperti Amazon.Com, maka seperti itulah modelnya.
Ribuan tempat abu jenazah disusun rapih pada rak-rak tersedia dari lantai satu sampai lantai ke sekian.
Robot yang telah diseting pada aplikasi komputer, akan mengambil Papan Nama (misalnya SUSILO) pada lokasi yang sudah ditentukan.