Nadia memicu kegemparan setelah dia mengenakan pakaian tradisional Muslim Pakistan, termasuk jilbab, ketika membintangi film dewasa.
Dalam wawancara baru-baru ini, dia mengaku sebagai Muslim dan dibesarkan di keluarga yang memegang prinsip agama secara ketat. Bahkan, Nadia menyadari zina merupakan dosa dalam ajaran agama, tapi dia tetap nekat dan menolak berhenti dari pekerjaannya itu.
Tindakannya yang mengenakan busana keagamaan saat beradegan di film dewasa telah menuai hujatan. Nadia dianggap sengaja memikat banyak penggemar dengan memanfaatkan pakaian keagamaan dalam pekerjaan “hitam”-nya.
Baca Juga:
Dia menolak berhenti menjadi bintang film dewasa dengan alasan dia harus bekerja untuk mendapatkan uang.
Sebelum terjun ke industri film dewasa, Nadia semula bekerja di sebuah salon di San Fransisco. Lantaran kesulitan finansial, dia bersedia menerima ajakan temannya menjadi penari erotis selama 2,5 tahun.
Dia mengaku mengalami “konflik batin” antara agama dan pekerjaan. “Saya seorang Muslim. Tentu saja saya memiliki konflik antara iman dan kehidupan sehari-hari,” katanya dalam video wawancara yang dilansir Daily Mail, Sabtu (30/7/2016).
”Salah satu dosa terbesar utama adalah zina dan melakukannya beberapa kali sehari Anda tidak akan diampuni, dan saya sepenuhnya menyadari itu, tapi saya masih berdoa. Tapi, saya tidak mengantar (doa) lagi,” lanjut dia.