BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM—Penanggalan dengan menggunakan bulan sebagai patokan pergantian hari sudah biasa dilakukan oleh masyarakat Arab sejak dulu.
Kendati demikian, dalam penentuan tahun masih menggunakan peristiwa-peristiwa penting. Sebut saja kelahiran Nabi Muhammad yang disebut sebagai tahun gajah, yang mana pada tahun tersebut terdapat peristiwa penyerangan Mekah oleh pasukan gajah.
AYO BACA : Isi Libur Tahun Baru Islam dengan Menonton Lima Film Religi
Dinukil dari wikipedia, kalender Hijriah diambil dari proses hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah. Sesuai dengan peristiwa tersebut, 1 Hijriah ditentukan pada peristiwa hijrah atau pada 622 masehi.
Kendati demikian, penentuan tahun pertama hijriah dilakukan beberapa tahun setelah proses Hijriah, tepatnya enam tahun setelah Rasulullah wafat pada 638 M atau 17 tahun setelah Hijriah.
AYO BACA : Sambut 1 Muharam, Ribuan Masyarakat Ujungberung Pawai Obor
ayo baca
Penentuan tahun pertama hijriah dilakukan pada masa kepemimpinan kahlifah Umar bin Khatab. Dinukil dari muslim.or.id pembentukan penentuan tahun hijriah berawal dari banyaknya surat yang ditujukan kepada khalifah tak bertanggal. Atas dasar itu, maka disepakatilah penentuan tanggal supaya kearsipan bisa lebih baik.
Adapun penentuan Muharam sebagai bulan pertama, bukan ditentukan pada proses Hijriah. Pada awalnya, banyak di antara sahabat yang mengusulkan bulan sebagai awal tahun adalah ramadan, namun ada juga yang mengusulkan Muharam sebagai awal tahun.
Setelah berunding, maka para sahabat menentukan Muharam sebagai awal dari tahun Hijriah. Hal tersebut didasari oleh Muharam merupakan bulan setelah orang selesai melaksanakan rukun islam ke-lima yakni Haji.
Selain itu, sesuai dengan penentuan tahun pertama Hijriah dari proses hijrah, Muharam juga merupakan bulan dimulainya tekad untuk melakukan Hijriah.
ayo baca
AYO BACA : Tahun Baru Islam