KOMPAS.com - Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda. Meski terlahir kembar, setiap individunya selalu memiliki perbedaan, baik dari sifat maupun ciri tingkah lakunya.
Dalam buku Teologi Pendidikan (2013) karya Jalaluddin, kepribadian berasal dari kata Yunani, personare. Artinya menyuarakan melalui alat.
Dari kata ini kemudian dipindahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi personality atau kepribadian.
William Stern mengatakan kepribadian adalah suatu kesatuan banyak yang diarahkan kepada tujuan tertentu dan mengandung sifat khusus individu. Hanya individu tersebut yang bisa menentukan.
Sedangkan Witherintong menyebut kepribadian merupakan keseluruhan tingkah laku seseorang yang diintegrasikan, sebagaimana yang tampak pada orang lain.
Kepribadian ini bukan hanya melekat pada diri seseorang, namun merupakan hasil dari suatu pertumbuhan yang lama dalam suatu lingkungan kultural.
Baca juga: Interaksi Sosial: Pengertian, Syarat, Ciri, Jenis, dan Faktornya
Berikut beberapa teori yang bisa menjelaskan terbentuknya kepribadian seseorang, di antaranya:
kepribadian seseorang berkembang melalui proses bertahap dan berlangsung seumur hidup. Kepribadian seseorang hanya dapat berkembang dengan bantuan orang lain.
Dari gambaran atau cermin diri yang diberikan orang lain kepada kita membentuk kepribadian dalam diri.
Dalam buku Mind, Self, and Society (1934), George Herbert Mead mengatakan kepribadian dibentuk oleh generalisasi orang lain. Setiap orang meyakini bahwa orang lain memiliki harapan terhadap perilaku kita.
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan