Dengan demikian, tol Solo-Ngawi dengan total panjang 90,43 km sudah resmi beroperasi seutuhnya. Pemerintah menarget keseluruhan ruas tol Trans Jawa kelar pada Desember 2018. Saat ini segmen tol yang pembangunannya belum selesai pengerjaannya adalah jalur Pemalang-Batang, Batang-Semarang, Salatiga-Solo, dan Wilangan-Kertosono.
Beroperasi penuhnya jalan tol Solo-Ngawi menambah panjang jaringan megaproyek jalan tol trans-Jawa yang tergabung dalam proyek strategis nasional (PSN). Jika semua sudah terkoneksi, masyarakat bisa menikmati jalur darat dari Jakarta ke Surabaya dengan waktu tempuh 10-12 jam dan dengan biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp600.000.
Besaran ini diperoleh berdasar tarif yang ditetapkan. Untuk tarif tol Solo-Mantingan-Ngawi, misalnya, tarif di patok Rp1.000 per km untuk kendaraan golongan I, Rp1.500 per km golongan II dan III, dan Rp2.000 per km kendaraan golongan IV dan V.
Baca Juga:
Tarif tersebut ditentukan berdasar Keputusan Menteri PUPR Nomor: 897/ KPTS/M/2018 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol pada Jalan Tol Solo- Mantingan-Ngawi.
“Selama seminggu ini masyarakat bisa dapat menikmati jalan tol segmen tersebut dengan tarif Rp0 (gratis), pada hari yang sama pukul 21.00 WIB (malam nanti) sebagai bentuk sosialisasi tarif dan golongan kendaraan. Nantinya, dari Jakarta ke Surabaya perkiraan tarifnya sekitar Rp600.000,” ujar Di rektur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) David Wijayatno, di Sragen kemarin.
Peresmian tol Solo-Mantingan-Ngawi segmen Sragen-Ngawi sepanjang 50,9 km dilakukan di Rest Area Km 538 dengan ditandai penekanan sirene dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Jokowi.
Turut menyaksikan Menteri BUMN Rini M Soemarno, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugi yartanto, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dan Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.