CNN Indonesia | Jumat, 09/08/2019 18:16 WIB
Ilustrasi Garuda Pancasila dasar negara Republik Indonesia (ANTARA FOTO/Irfan Anshori)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil survei Cyrus Network menyatakan bahwa hanya 70 persen responden yang beragama Islam setuju dan menerima Pancasila sebagai dasar negara. Hasil itu diperoleh dari survei yang dilakukan pada 22-28 Juli lalu.
"Hal yang perlu jadi perhatian serius yaitu hanya sekitar 70 persen responden yang secara tegas menerima Pancasila sebagai ideologi dan perekat bangsa," kata Managing Director Cyrus Network, Eko Dafid Afianto di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Jumat (9/8).
Hasil itu didapat ketika responden diberikanempat pilihan pernyataan tentang pendapat mereka soal Pancasila sebagai ideologinegara.
Empat pernyataan itu adalah:Pancasila adalah alat perekat dan pemersatu bangsa; Pancasila adalah satu-satunya ideologi negara yang sudah final; Indonesia seharusnya menerapkan syari'at Islam karena Islam agama mayoritas; danKhilafah adalah ajaran agama Islam.
Dalam surveinya, Cyrus Network memberikan pilihan pernyataan itu hanyapada responden yang beragama Islam.
Hasilnya, 47 persen responden merasa paling sesuai pendapatnya tentang Pancasila adalah alat perekat dan pemersatu bangsa. Sementara23,3 persenmerasa paling sesuai dengan pendapat bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi negara yang sudah final.
Lalu, 13,1 persen setuju denganIndonesia seharusnya menerapkan syari'at Islam karena Islam agama mayoritas. Kemudian, 4,7 persen responden setuju bahwa khilafahadalah ajaran agama Islam.
Lihat juga: Survei Cyrus: 33 Persen Setuju Pemerintah Bantu Rizieq Pulang
Sebanyak 11,8 responden tidak tahu atau tidak menjawab. Sementara, 0,1 responden memilih pernyataan lainnya.
"Ada 4,7 persen responden yang terang-terangan mendukung khilafah. Sebanyak 13 persen menyatakan bahwa Indonesia harusnya berlandaskan syariat Islam karena merasa Islam adalah agama mayoritas di Indonesia," kata Eko.
Setelah dilakukan pengujian regresi, ditemukan bahwa penolakan terhadap Pancasila dipengaruhi oleh dua variabel.
"Yaitu dukungan terhadap penerapan Perda Syariah di berbagai daerah dan resistensi responden terhadap pendirian rumah ibadah agama lain di lingkungan tempat tinggalnya," kata dia.
Masih dalam survei yang sama, sebagian besar responden juga setuju jika pemerintah ikut membantu kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI Rizieq Shihab dari Makkah ke tanah air. Dari 1.230 responden, 33,3 persen di antaranya setuju dengan hal tersebut.
Lihat juga: PBNU: Radikalisme jadi PR Jokowi
Responden yang tidak setuju pemerintah membantu kepulangan Rizieq hanya 2,6 persen.
"Sisanya tidak setuju itu ada 15,1 persen, yang berpikir biasa saja 24,2 persen, dan sidanya tidak tahu atau tidak mau menjawab," kata Eko.
Survei Nasional Pasca-Pemilu yang dilakukan Cyrus Network melibatkan 1.230 responden di 34 provinsi di Indonesia. Seluruh responden adalah penduduk Indonesia minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Proporsi responden yakni 50 persen pria dan 50 persen wanita.
Survei dilakukan pada 22-28 Juli 2019. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error kurang lebih 3 persen.
Dalam survei ini sebanyak 91,5 persen responden beragama Islam; 6,1 Kristen; 1,7 persen Hindu; 0,4 persen Katolik; 0,2 persen Budha; dan 0,1 persenKonghucu.
[Gambas:Video CNN] (tst/sur)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Eks pimpinan KPK, Busyro Muqoddas mengatakan SP3 kasus BLBI jadi bukti tumpulnya penegakan hukum akibat hasil revisi UU KPK.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER