Washington, Beritasatu.com- Amerika Serikat (AS) melaporkan kasus infeksi harian Covid-19 tertinggi sejak pandemi itu terjadi di negara tersebut, seiring perayaan Thanksgiving. Tercatat nyaris 200.000 kasus terjadi pada Jumat (27/11) dengan total kasus infeksi mencapai lebih dari 13 juta.
Sebanyak 194.317 kasus baru dan 1.374 kematian dilaporkan di seluruh negeri pada Jumat, menurut Proyek Pelacakan Covid-19 di AS. Hanya butuh enam hari bagi AS untuk menambah 1 juta infeksi baru. Hari itu menandai hari ke-20 berturut-turut bahwa peningkatan kasus harian di AS melampaui angka 100.000. Saat ini ada hampir 90.000 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit di seluruh AS.
“Beberapa pekan lalu kami khawatir tentang potensi terjadinya 100.000 kasus baru dalam sehari. Sekarang, kami akan membawa 100.000 orang Amerika di rumah sakit dengan Covid,” ujar Eric Topol, profesor kedokteran molekuler di Scripps Research.
Sejauh ini, AS telah mencatat lebih dari 4 juta kasus resmi Covid-19 pada November, mewakili sekitar 30% dari total kasus sejak negara itu didera pandemi. Demikian data Universitas Johns Hopkins.
Para peneliti telah memperingatkan bahwa total kasus infeksi itu masih sedikit dari yang sebenarnya ada. Hal itu karena ketersediaan tes yang terbatas, terutama pada awal pandemi.
Pejabat kesehatan masyarakat telah mendesak warga Amerika untuk merayakan Thanksgiving tahun ini cukup di rumah. Warga diminta tidak melakukan perjalanan. Masyarakat diminta cukup berkumpul di luar ruangan, untuk menghindari penyebaran virus lebih lanjut.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengeluarkan pedoman baru pada Jumat lalu yang mendesak orang Amerika untuk tinggal di rumah dan tidak melakukan perjalanan untuk Thanksgiving. Namun, jutaan orang AS tetap bepergian untuk liburan Thanksgiving.
Sumber: Suara Pembaruan