Merdeka.com - Tidak diragukan lagi, ayam cemani adalah 'Lamborghini'-nya dunia ayam. Bagaimana tidak, ayam khas Indonesia ini tergolong spesies langka dan harganya sangat mahal.
Menurut laporan Nautilus, seekor anakan ayam cemani yang berumur satu hari bisa terjual dengan harga Rp 2,5 juta lebih di Amerika. Bahkan, harga itu akan meningkat berkali-kali lipat di pasar gelap.
Di balik harga yang sangat mahal itu, ayam dengan warna hitam di bagian luar dan dalam tubuhnya itu ternyata menyimpan banyak misteri dan keajaiban yang jarang diketahui oleh orang. 7 Hal ini contohnya.
Berdasarkan legenda masyarakat kota Temanggung, ayam cemani disebut berasal dari Jawa Tengah dan sudah ada sejak era Kerajaan Majapahit (sekitar abad ke-15).Â
Pemilik pertama dari ayam cemani diklaim petapa sakti bernama Ki Ageng Mangkuhan. Namun, dulu ayam itu dikatakan memiliki paruh berwarna putih dan sempat dipakai untuk mengobati penyakit anak seorang pejabat di daerah itu.
Setelah sukses mengobati penyakit anak tadi ayam itu dikawinkan dengan sesama ayam hitam legam lain. Tetapi, anak ayam yang dihasilkan justru berwarna hitam legam dengan paruh yang juga hitam. Alhasil, ayam itu akhirnya diberi nama cemani atau dalam bahasa Sansekerta berarti hitam legam.
Ayam cemani diketahui memiliki warna tubuh hitam dengan prosentase 100 persen. Mulai dari daging, paruh, mata, lidah, bulu, daging, hingga tulangnya berwarna hitam.
Meskipun memiliki warna serba hitam, ayam cemani tidak membawa pertanda buruk seperti yang banyak dibicarakan orang. Bahkan, semakin hitam ayam cemani, dikatakan semakin membuat pemiliknya beruntung. Bukan karena faktor mistis, tetapi harganya yang semakin mahal.
Walaupun begitu, masyarakat Indonesia masih sangat percaya bila memelihara ayam cemani bisa mendatangkan keberuntungan lain bagi si pemilik.
Ini 3 jenis ayam cemani yang disebut miliki kekuatan magis
Walau terlihat hampir sama, ayam cemani dibedakan menjadi beberapa jenis menurut kekuatan magis yang dimilikinya. Totalnya ada 3 jenis, yakni cemani Widitra, Warastratama, dan Kaikayi.
Ciri cemani Widitra adalah memiliki sapuan garis di leher, dada, paruh, dan selangkangan. Cemani jenis ini dipercaya memiliki kekuatan gendam asmara dan penangkal bala. Sementara itu, cemani Warastratama biasanya kerap ditemui sebagai pelengkap upacara ritual.
Dan yang terakhir, cemani Kaikayi bisa ditandai dengan bulu hitam biru laut. Cemani jenis ini diketahui bisa mengangkat santet.
Berdasarkan penelitian, warna hitam legam ayam cemani terjadi akibat kondisi genetik unik yang disebut fibromelanosis. Kondisi ini menyebabkan mutasi sel yang berfungsi di sel tubuh ayam.
Ilmuwan Swedia, Leif Adersson, menemukan bila gen yang bermutasi itu adalah gen 'endothelian-3' (EDN-3). Gen ini membuat lapisan sel epidermis di seluruh bagian tubuh ayam cemani menghasilkan pigmen (warna) hitam.
Jumlah gen EDN-3 pada ayam cemani dewasa sendiri diketahui lebih banyak hingga 10 kali lipat dibanding ayam biasa.
Hal misterius yang terus diteliti oleh ilmuwan adalah mengapa telur ayam cemani masih berwarna krem atau putih tulang dengan beberapa bintik merah muda. Ya, berbeda dengan warna tubuhnya, telur ayam cemani tidak berwarna hitam.
Saat disinari dengan senter pun bagian dalam telur ayam cemani terlihat sama dengan telur kebanyakan. Warna hitam baru akan muncul setelah embrio ayam cemani muncul. Hal ini sekaligus menjadi tanda bila telur ayam cemani itu subur dan bisa menetas.
Menurut prediksi ilmuwan, warna putih telur itu muncul karena proses mutasi fibromelanosis yang terjadi pada sel ayam cemani tidak menular pada cangkang telur. Hal ini disebabkan cangkang telur terdiri dari kristal kalsium karbonat yang pada dasarnya sama di hampir semua jenis ayam.
Sumber: Nautil.us, Nautilus, Daily Mail, "Sukses Berternak 'Ayam Ritual' Cemani karya Agus Nugroho, dan "Beternak Ayam Cemani" karya Sudrajad
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami