Sudah menjadi lagu lama jika ada perselisihan di antara mertua dan menantu. Film, sinetron, atau buku banyak yang mengangkat ketidakakuran tersebut.
Tidak bisa dipungkiri, memiliki mertua yang galak ataupun cerewet memang merupakan salah satu ujian pernikahan. Ada banyak faktor yang membuat mertua bersikap demikian. Entah itu dari diri sendiri, dari Anda sebagai menantu, perbedaan prinsip dalam kehidupan, atau bisa juga hasutan dari orang luar.
Apa pun penyebabnya, selalu ada jalan keluar dari suatu masalah. Nah, agar hubungan Anda dengan mertua tetap baik, berikut ini beberapa cara menghadapi mertua cerewet.
1. Ketahui Penyebab Sikap Mertua
Bisa jadi mertua Anda bersikap lebih cerewet karena tidak terlalu bahagia dengan kehidupannya. Jika orang yang berbahagia dan puas dengan kehidupannya sendiri, maka output dari sikap tersebut adalah baik dengan orang lain.
Ada baiknya untuk mencari tahu secara mendalam penyebab sikap cerewet mertua agar solusi yang didapat juga tepat sasaran. Anda bisa bertanya kepada suami secara sopan untuk mengetahui penyebab tersebut.
2. Libatkan Suami
Ada kalanya mertua cerewat itu karena cemburu pada pasangan kita atau anak mereka. Bisa jadi mereka merasa anak yang dibesarkan selama ini tidak lagi menaruh perhatian pada orang tuanya. Oleh sebab itu solusinya adalah dengan mendorong suami untuk menyayangi mertua lebih besar lagi.
3. Tingkatkan Skill Anda
Bukan tidak mungkin bahwa mertua itu cerewet karena menantu yang memang tidak kredibel atau tidak becus dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Jadi, secara otomatis untuk menghadapi mertua cerewet Anda harus menjadi pribadi yang andal. Sekaligus mampu mengatur rumah tangga dengan segala rupa-rupanya.
Setelah itu poin berikutnya adalah skill untuk bisa dipercaya, baik oleh pasangan, orang tua maupun keluarga yang lain. Menjadi orang yang mandiri juga solusi yang tak kalah pentingnya. Baik dari kepribadian maupun finansial, sehingga Anda dan keluarga kecil Anda tidak bergantung pada orang tua maupun mertua.
Dengan menjadi mandiri ataupun punya kehidupan sendiri maka otomatis Anda dapat mengurangi interaksi dengan mertua. Sehingga dengan begitu dibandingkan dengan tinggal serumah, berpisah tempat tinggal dapat mengurangi komunikasi yang menyakitkan hati.
4. Tetap Baik dan Ramah kepada Mertua
Menghadapi mertua yang cerewet bukan berarti Anda harus cerewet juga ya. Tetap perlakukan mertua dengan sebaik-baiknya dan hormatilah mereka. Meskipun memang pada kenyataannya mereka sering menyakiti hati Anda.
Tetap baik pada sesama, termasuk mertua, bukanlah suatu keharusan, tapi lebih pada kewajiban. Jika kita tetap berbuat baik pada mereka, niscaya suatu saat nanti mertua juga akan sungkan sendiri jika terlalu cerewet pada Anda.
5. Beri Hadiah
Agar mertua tidak lagi cerewet, atau paling tidak berkurang cerewetnya, tentu kita sebagai menantu haruslah pandai-pandai mengambil hati mereka. Salah satu caranya adalah dengan memberikan hadiah.
Cari tahu barang apa yang sudah lama diinginkan oleh mertua. Atau jika tidak begitu, ketika Anda berkunjung, bawakan saja makanan kesuakaan mereka. Anda juga dapat memberi hadiah kejutan berupa liburan bersama keluarga.
Kejutan lain yang dapat dilakukan adalah dengan sedikit merenovasi rumah mertua. Misalnya mengganti lemari dapur yang usang, mengecat kembali ruangan yang cat dindingnya terkelupas atau lembab.
Hal-hal kecil seperti ini merupakan salah satu bentuk perhatian yang dapat menyenangkan mertua. Siapa tahu juga dapat meluluhkan kerasnya hati mereka.
6. Sering Berkumpul Bersama Keluarga
Tak dapat disangkal jika kurangnya komunikasi juga merupakan salah satu penyebab salahnya persepsi di antara kedua belah pihak. Oleh sebab itu untuk menghadapi mertua cerewet dapat juga dengan mengakrabi mereka atau keluarga yang lebih dekat dengan mertua.
Selalu melibatkan diri untuk berkumpul di acara keluarga dapat menjadi langkah awal yang baik untuk dekat dengan keluarga pasangan. Dengan berbaur bersama mereka dan berbagi cerita, mungkin saja Anda akan mendapat cerita tentang mertua dari perspektif yang lain.
Hal tersebut tentu dapat membuat Anda semakin mengenal mereka. Terlebih jika cerita yang didapat adalah cerita baik, maka dapat membuat pandangan dan pikiran Anda lebih positif terhadap orang tua pasangan.
7. Jadikan Sahabat
Jika sudah lebih mengenal mertua dari cerita keluarga yang lain, maka besar kemungkian Anda perlahan menjadikan mertua sebagai teman. Ketika mood mertua baik, ajak bicara santai seperti layaknya Anda ke teman sendiri. Tapi tetap perhatikan batasan ya.
Langkah awal untuk menjadi teman tentu menjadi pendengar yang baik dulu. Bisa jadi mertua cerewet karena tidak tahu bagaimana cara berkomunikasi yang baik karena karakternya yang mungkin kaku.
Menjadi teman sebenarnya juga dapat dilakukan dengan merawat mereka atau menyediakan kebutuhan mereka.
8. Utarakan Perasaan
Terkadang jika menghadapi mertua, Anda memendam masalah untuk menjaga perasaan mereka atau menjaga perasaan pasangan. Tapi yang jarang disadari, sikap seperti ini justru membuat Anda stres dan uring-uringan. Daripada memendam, lebih baik utarakan saja perasaan Anda.
Awali dengan menceritakan pada pasangan dan mencari solusi bersama. Atau jika Anda sudah cukup akrab dan “berteman” dengan mertua, bicarakan uneg-uneg Anda dari hati ke hati dengan mereka.
Semisal pertikaian yang terjadi karena adanya perbedaan cara mendidik anak Anda. Katakan saja pada mertua sampai batasan mana mereka berhak ikut campur dalam mendidik anak Anda atau cucu mereka. Bicarakan kesepakatan ini juga terhadap pasangan untuk mencapai win win solution.
9. Sabar dan Maklumi Saja
Ingatlah jika Tuhan bersama orang-orang yang sabar, jadi untuk menghadapi mertua cerewet ada baiknya untuk tetap berkepala dingin. Jangan pernah membalas perbuatan mereka, maupun menyerang dengan ucapan maupun menyela perkataan mertua.
Tata emosi Anda agar tidak tersulut dengan kecerewetan mereka. Bisa jadi kecerewetan tersebut adalah karakter bawaan. Semisal mereka tidak bermaksud cerewet, hanya budaya di keluarga saja untuk berkata tanpa titik, bernada tinggi dan dengan suara lantang.
Tidak membalas dan memaklumi tidak akan membuat Anda menyesal karena melakukan hal di luar batas.Terlebih mertua adalah orang yang penting dalam kehidupan pasangan. Jadi dengarkan saja perkataan mereka dan tidak usah diambil hati.
10. Fokus Pada Diri Sendiri
Setelah mencoba solusi yang disebutkan di atas, jangan juga melupakan kebaikan diri sendiri. Tetaplah fokus pada diri Anda karena meskipun mertua cerewet, tetap saja Anda tidak akan bisa untuk merubah karakter mereka.
Oleh sebab itu, daripada makan hati dan membuat stres, hindari saja perdebatan dan kuncinya jangan pernah diambil hati. Tidak perlu juga berpura-pura menjadi orang lain atau menjadi pribadi yang berbeda. Tetap transparan dan menjadi diri sendiri adalah langkah yang paling benar.
Selain itu, fokus pada diri sendiri juga dapat ditempuh dengan meluangkan waktu untuk me time. Melakukan hobi, keluar bersama teman atau pasangan bahkan berlibur dapat membuat pikiran Anda menjadi tenang. Intinya, lupakan masalah mertua yang membuat sesak di dada dengan menyibukkan diri Anda dengan hal-hal yang menyenangkan.
Baca juga: 10 Cara Merawat Diri Setelah Menikah Agar Tetap Cantik
Penutup
Itulah tadi 10 cara menghadapi mertua cerewet yang dapat Anda lakukan. Ingatlah untuk selalu bersikap santai dan berkepala dingin. Bicarakan dengan pasangan jika Anda terlalu lelah di hati dan pikiran.
Menghadapi mertua juga merupakan salah satu persoalan dalam kehidupan rumah tangga yang sudah selayaknya dihadapi bersama pasangan. Semoga bermanfaat!