RANCASARI, AYOBANDUNG.COM—Nama Nike Ardilla mungkin tak asing di telinga kita. Nike Ardilla adalah seorang penyanyi wanita berbakat yang disebut-sebut sebagai diva pop rock Indonesia pada era ’90-an. Sayangnya, sang diva memiliki umur yang tak panjang. Dia meninggal dalam usia muda, 19 tahun, dalam sebuah kecelakaan mobil.
Semasa hidupnya, Nike Ardilla tak hanya dikenal sebagai seorang penyanyi terkenal, tapi juga sosok berjiwa sosial tinggi. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaannya dalam pembangunan sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang terletak di Jalan Kali Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Bandung.
Sekolah yang diberi nama SLB BC Nike Ardilla ini mulai dibangun tahun 1991 dan mulai rampung saat Nike meninggal di tahun 1995.
Awalnya, SLB ini bernama SLB Wawasan Nusantara yang berlokasi di Jalan Pagarsih Bandung. Namun pada tahun 1987 sekolah ini terancam ditutup. Demi menyelamatkan sekolah ini, Nike dan pamannya membeli sekolah tersebut.
“Sebenarnya yang mendirikan sekolah ini namanya Pak Juhaeri pas masih di Pagarsih. Pas mau bangkrut sama Pak Sutarjo (paman Nike Ardilla) diselamatkan, akhirnya sama Neng Nike dibeli yayasan sama operasionalnya.” ujar salah satu pengajar di SLB Nike Ardilla, Tina Rostina saat ditemui usai mengajar, Rabi, (20/2/2019).
Tina menambahkan di masa kejayaannya, Nike Ardilla beberapa kali datang ke sekolah tersebut.
“Dulu Neng Nike suka datang ke sini bawa makanan dan permen buat anak-anak. Dia juga suka ngasih peralatan sekolah. Lemari, buku, dia beli semua. Memang orangnya baik,” katanya.
Sekolah berlantai dua ini tak terlalu besar, lahan tempatnya berdiri memiliki luas 348 meter persegi. Di lantai dasar ada 4 ruangan, yakni musala, kantin, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan ruang tata usaha, sedangkan di lantai atas terdapat 8 ruang kelas.
Guru di sekolah ini berjumlah 15 orang, 8 orang pns dan 7 orang sisanya non pns.
SLB ini membina siswa penyandang tunarungu, tunagrahita, dan autisme. Saat ini, jumlahnya ada 40 sisw dengan jumlah terbanyak ada di siswa SD.