Sebab, menurut Syafrin, konstruksi jalur permanen itu membutuhkan waktu hingga 11 tahun, terhitung sejak 2019.
Baca juga: Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030
Menanggapi langkah ini, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Sekretaris Jenderal MTI Harya Setyaka berharap, pengembangan jalur sepeda permanen tidak hanya dilakukan di Ibu Kota, melainkan juga di wilayah-wilayah lain di Indonesia.
"MTI berharap provinsi lain juga dapat melakukan hal yang sama. Tentu saja harapan saya jalur sepeda ini tidak berhenti di Sudirman saja, terus dikembangkan," kata Harya kepada Kompas.com, Senin (1/3/2021).
Harya mengatakan, tanpa jalur sepeda dan fasilitas jalur pedestrian, maka jalan hanya bisa dinikmati oleh kendaraan pribadi.
Baca juga: Jalur Sepeda di Sudirman Diterobos Mobil, Sudinhub Bilang Hanya Bisa Patroli Pagi dan Sore
Kendati demikian, Harya mengingatkan, kesuksesan penerapan jalur sepeda permanen membutuhkan kepemimpinan yang tegas dan konsisten dalam menerapkan aturan.
"Ini awal yang baik. Perjalanan memang masih panjang. Berkaca dari suksesnya busway dan MRT, kuncinya adalah kepemimpinan yang tegas dan konsisten dalam implementasi," kata Harya.
Namun, Harya mengingatkan, ketika jalur tersebut telah direalisasikan, maka perlu ada penegakan yang konsisten.
Bukan itu saja, Pemprov DKI Jakarta juga perlu memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
"Sebagaimana dulu ketika jalur busway baru dibangun, tentunya dibutuhkan penegakan konsisten sekaligus sosialisasi. Saya yakin bisa steril," tutur Harya.
Baca juga: Viral Video Mobil Masuk Jalur Sepeda Permanen, MTI Berharap Pemprov DKI Konsisten Tegakkan Aturan
Dengan demikian, jalur tersebut bisa steril dari kendaraan lain.
Sebab, sebelumnya, beredar video soal mobil yang masuk ke jalur sepeda permanen yang sudah disterilkan dari kendaraan lain.
Video berdurasi 22 detik yang memperlihatkan sebuah mobil yang melewati jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman di sekitaran kompleks Gelora Bung Karno (GBK) itu viral di media sosial.
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan