Jakarta – Pemprov DKI Jakarta memastikan pembuatan jalur sepeda permanen di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat tidak menggunakan dana Anggaran Perbelanjaan Daerah (APBD).
“Saya nggak hapal (nilai anggarannya), tapi nggak menggunakan APBD. Itu menggunakan kewajiban pihak ketiga,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, Sabtu (6/2/2021).
Syafrin menerangkan jalur sepeda permanen itu tidak akan memangkas trotoar yang ada. Karena jalur sepeda itu hanya akan menggunakan satu lajur di Jalan Sudirman-Thamrin.
“Jadi dari konsep kami untuk menjaga agar lalu lintas kendaraan bermotor menurun itu akan digunakan pola konsistensi tiga lajur untuk kendaraan bermotor, kemudian yang satu lajurnya itu akan digunakan untuk sepeda,” katanya.
Jalur sepeda permanen itu akan dibuat di dua sisi. Sisi pertama yang di Jalan Sudirman-Thamrin arah Bundaran HI dan sebaliknya.
“Sifatnya menerus panjang jalur itu kan totalnya satu arah 5,6 km kemudian, dua arahnya jadi 11,2 km,” katanya.
Pemprov DKI juga berencana akan membuat jalur sepeda permanen di jalan lain pada 2021. Namun, dia menyebut hal itu masih dalam proses perencanaan.
“Masih dalam perencanaan, tapi tahun ini akan ada beberapa ruas jalan yang akan dipermanenkan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan mempermanenkan jalur sepeda di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat.
Syafrin mengatakan rencana tersebut dilakukan di antaranya untuk menjadikan sepeda sebagai transportasi alternatif dalam perjalanan menuju moda transportasi umum seperti busway dan KRL. Hal itu untuk menunjang kebijakan transportasi yang berorientasi transit.
“Memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pesepeda di wilayah DKI Jakarta, serta mewujudkan Jakarta sebagai kota yang humanis, lestari, dan ramah lingkungan,” ujar Syafrin, Jumat kemarin. (AEE/IJS)