Dalam salah satu video wawancara Joe Biden setelah bertemu dengan Paus Fransiskus, dia menceritakan bagaimana iman dan relasinya kepada Tuhan menjadi dasar harapannya dalam kehidupan.
Di masa pandemi COVID-19, kita dapat mengaplikasikan teladan dari Joe Biden. Saat ini, semakin banyak masyarakat yang terpecah belah, kehilangan harapan untuk hidup, dan terpuruk dalam keadaan ekonomi.
Karena permasalahan ekonomi, orang-orang cenderung menjadi frustasi dan kehilangan keinginan untuk hidup sehingga memilih jalan singkat yaitu bunuh diri.
Belajar dari pengalaman Joe Biden saat mengalami tragedi, walaupun dia merasa sedih dan tertekan, dia tetap berpegang teguh pada iman dan kepercayaannya akan Tuhan untuk dapat bangkit kembali. Maka dari itu, kita sebagai pengikut Kristus juga harus dapat berpegang teguh pada iman dan harapan kepada Tuhan agar dapat bertahan melewati berbagai cobaan dalam masa pandemi ini.
Meskipun banyak hal negatif yang terjadi pada masa pandemi ini, ada banyak pula benih-benih positif yang dapat kita ambil. Pada masa pandemi, kita dianjurkan untuk tetap berada di rumah dan tidak bepergian jika tidak mendesak. Hal ini memberikan kita lebih banyak waktu untuk beraktivitas bersama dan mengenal keluarga secara lebih dalam. Selain itu, kita juga dapat menggunakan waktu luang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan lebih rajin berdoa, membaca Kitab Suci, serta mengikuti Misa walaupun secara online.
Mari kita mengimpementasikan teladan dari Joe Biden untuk terus berpegang teguh dan bersandar kepada Tuhan. Hadapilah permasalahan dengan terus penuh harapan dan berpikir positif. Jangan mudah menyerah dan ingatlah bahwa Tuhan akan selalu beserta kita.
“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3 : 5-6)