Kebakaran Hutan Terjadi Tiap Tahun, Rustam: Sekarang Kenapa Bisa Terjadi Lagi?
Petugas Manggala Agni berusaha memadamkan api yang membakar lahan di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (9/9/2019) malam. Menurut keterangan petugas, di kawasan tersebut setiap tahun sering terjadi kebakaran yang sengaja dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membuka lahan baru dengan cara membakar lahan. | ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
AKURAT.CO, Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kembali terjadi tahun ini dan dampaknya tak hanya dirasakan warga setempat, tetapi juga sampai negara tentangga: Malaysia dan Singapura.
Pemerhati politik dan ekonomi Rustam Ibrahim melalui akun Twitter @RustamIbrahim mengingatkan kembali kebakaran pada tahun 2016, 2017, dan 2018 yang dinyatakan turun sampai 85 persen. Waktu itu Presiden Joko Widodo ikut turun langsung mengatasi bencana asap.
"Sekarang kenapa bisa terjadi lagi? Bagaimana dengan upaya pemerintah daerah? Atau hukum kurang tegas dan keras? Atau masyarakat kita toleran terhadap pembakar lahan?" kata Rustam Ibrahim.
baca juga:
Kebakaran hutan dan lahan menuai kritik dari berbagai kalangan karena dianggap selalu terulang setiap tahun.
Melalui sambungan telepon Jumat (13/9/2019) malam, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati untuk berkoordinasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Riau.
Dalam penjelasannya kepada Biro Pers Sekretariat Presiden, Panglima TNI menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca atau Hujan Buatan di wilayah yang terkena karhutla.
“Hasil hujan buatan hari ini (Jumat) hujan di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau,” ucap Panglima TNI. Lebih lanjut, Panglima TNI juga mengatakan akan mengirim tambahan pesawat CN-295 dan Hercules untuk kembali membuat Hujan Buatan dengan skala yang lebih besar. “Kita tambah pesawat untuk menebar garam langsung 3,5 ton sekaligus dengan pesawat CN,” kata Panglima TNI sebagaimana dikutip dari situs Sekretariat Kabinet.
Menurut Panglima TNI, ia dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah terjun langsung ke lapangan untuk menangani karhutla beberapa waktu yang lalu.