TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah penelitian mengungkap fakta mengerikan soal prediksi adanya asteroid yang bakal menghantam bumi pada tahun 2135. Kabar buruknya, NASA pun disebut-sebut tak sanggup menghentikan benda luar angkasa yang bisa memicu kepunahan di planet bumi ini.
Adapun asteroid ini bernama Bennu. Ia termasuk ke dalam obyek luar angkasa dekat bumi. Bennu memang tak akan menghantam bumi dalam waktu dekat. Tapi ini punya kemungkinan 1 berbanding 2700 kemungkinan menghantam bumi satu abad mendatang.
Para peneliti menyebutkan nyaris tidak mungkin untuk menghentikannya. Kecuali dilakukan langkah terakhir seperti halnya dalam film Armageddon, yakni dengan menggunakan bom nuklir.
Dikutip TRIBUNJOGJA.COM dari Mail Online, para ilmuwan kini tengah memelajari berbagai kemungkinan yang bisa ditempuh. Semisal menggunakan bom nuklir yang dibawa pesawat luar angkasa khusus.
Baca:
Bulan Depan, Sebuah Asteroid Raksasa Disebut Bakal Melintas di Dekat Bumi
Tapi ini pun tak bisa menghilangkan sama sekali ancaman tersebut. Namun minimalnya hal ini bisa mengurangi resiko.
Kemungkinan lainnya dengan cara memaksa asteroid berbelok dengan menggunakan teknologi impactor. Namun, opsi penggunaan bom nuklir sejauh ini masih mendominasi.
Baca:
Wow, Nama Ilmuwan Indonesia Ini Diabadikan Jadi Nama Satu Asteroid Luar Angkasa
Dalam laporan penelitian ilmuwan NASA dan Badan Nasional Keamanan Nuklir, mereka mengungkapkan rencana taktis mitigasi bencana dalam program Hypervelocity Asteroid Mitigation Mission for Emergency Response (HAMMER).
Pesawat luar angkasa HAMMER ini mungkin bisa digunakan untuk menjangkau asteroid berukuran kecil atau sebagai pesawat pengangkut bom nuklir lewat kendali jarak jauh.
Baca:
Ahli Temukan Bukti Hantaman Mega Asteroid 3,5 Miliar Tahun Lalu
"Dua upaya yang paling mungkin dilakukan yakni dengan menggunakan pesawat luar angkasa yang berfungsi sebagai kinetic impactor, atau sebagai pengangkut nuklir," demikian penjelasan sebagaimana yang dipublikasikan dalam jurnal Acta Astronautica.
Meski demikian ada beberapa faktor lainnya yang bisa menentukan keberhasilan upaya tersebut. Diantaranya tergantung ukuran asteroid, dan berapa banyak waktu yang masih tersisa sebelum asteroid itu benar-benar menghantam bumi.
Baca:
Klaim Nabi Efrain Asteroid Raksasa Hantam Bumi Dibantah NASA
Ditambah lagi dengan faktor X, dimana selalu ada berbagai ketidakpastian.
Kinetic impactor dalam praktiknya dilakukan dengan meluncurkan beberapa pesawat luar angkasa sekaligus ke jalur yang akan dilintasi asteroid. Dengan cara ini diprediksi bisa memperlambat laju asteroid sekaligus membelokannya.
Jika tak berhasil, maka bom nuklir merupakan satu-satunya jawaban.
"Kalau asteroidnya kecil, kinetic impactor bisa berhasil, tapi ini butuh waktu lama, " jelas Fisikawan David Dearborn, dari Laboratorium Nasional Lawrence Livermore.
Baca:
Indonesia Juga Berpotensi Dihantam Asteroid
Meskipun ada upaya untuk mendata berbagai potensi bahaya di sekitar Bumi, para ilmuwan semakin memperingatkan bahwa ada banyak benda luar angkasa yang masih belum terdeteksi.
Mengingat risiko dampak yang tak terelakkan di masa depan, para ahli mengatakan bahwa penting artinya untuk memetakan potensi terburuk.
Para peneliti akan mempresentasikan proposal mereka di sebuah konferensi di Jepang pada bulan Mei mendatang. (*)