Menelusuri Tempat Bersejarah di Kalsel
Asal Usul Kode Plat DA di Kalimantan Selatan
Plat nomor/TNKB muncul saat transisi dari kendaraan berkuda dan bermotor sekitar 1890-1910 di Hindia Belanda.
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mungkin banyak orang belum mengetahui tentang sejarah tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengan kode plat DA yang berlaku di wilayah Kalimantan Selatan.
Ada yang berpendapat DA adalah singkatan dari Dayak Asli, Daerah Air, District Amandit.
Semuanya itu tidak benar.
Plat nomor/TNKB muncul saat transisi dari kendaraan berkuda dan bermotor sekitar 1890-1910 di Hindia Belanda.
Pada kurun waktu tersebut, mulai berdatangan kendaraan yang dimiliki oleh orang-orang Belanda.
Untuk memudahkan pendataan, pemerintah kolonial menerapkan semacam Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang diistilahkan dengan nama kentekens.
Baca juga: Tempat Bersejarah di Kalsel, Titik Nol Kilometer Bandjermasin
Baca juga: Pernah Jadi Pusat Pemerintaha dan Perdagangan, Kota Barabai Dijuluki Paris van Borneo
Baca juga: Pendulangan Intan Tertua di Borneo Penghasil Intan Besar Legendaris
Baca juga: Menelusuri Tempat Bersejarah di Kalsel, Penggalian Minyak di Murung Pudak
Menggunakan kode wilayah berdasarkan wilayah karesidenan.
Atas dasar kode huruf kapital tersebut, bisa dilihat dari kota mana kendaraan itu berasal.
Kode hurup kapital ini diikuti oleh angka-angka.
Dalam sumber artikel “Kentekens in Nederlands-Indie”, wilayah Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo memiliki tanda plat nomor kendaraan bermotor (ketenkens) dengan kode DA dan Kalimantan Barat dengan kode BR.
|Menelusuri Tempat Bersejarah di Kalsel, Penggalian Minyak di Murung Pudak|
|Pendulangan Intan Tertua di Borneo Penghasil Intan Besar Legendaris|
|Pernah Jadi Pusat Pemerintaha dan Perdagangan, Kota Barabai Dijuluki Paris van Borneo|
|Tempat Bersejarah di Kalsel, Titik Nol Kilometer Bandjermasin|