CNN Indonesia | Sabtu, 27/10/2018 04:13 WIB
Ilustrasi HTI. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Siane Indriyani menegaskan pihaknya tidak menginisiasi tagar #PrabowoBersamaHTI yang kini tengah ramai di Twitter.
Menurutnya, hal itu dilakukan oleh pihak-pihak yang berusaha memfitnah dengan mengaitkan Prabowo-Sandi dan Hizbut Tahrir Indonesia yang telah dilarang di Indonesia.
"Itu hanya upaya adu domba. Jangan teruskan bikin fitnah yang macam-macam lah," tutur Siane saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (26/10).
Siane juga menampik Prabowo-Sandi bakal melegalkan kembali HTI jika terpilih melalui Pilpres 2019 mendatang. Ia pun kembali menegaskan bahwa isu tersebut dimainkan oleh pihak yang ingin menjatuhkan citra Prabowo-Sandi.
Lihat juga: Isu Bendera, Netizen Gaungkan #PrabowoBersamaHTI
Dia tidak menyebut siapa pihak yang berupaya memfitnah Prabowo-Sandi. Siane hanya mengatakan alangkah baiknya jika tidak ada lagi fitnah dan kabar bohong atau hoaks.
"Stop bikin fitnah, hoaks," kata Siane.
Tagar #PrabowoBersamaHTI menjamur di linimasa Twitter. Tagar tersebut kini telah digunakan pada lebih dari 10 ribu cuitan.
Sebelumnya, tagar #PrabowoBersamaHTI digaungkan warganet di tengah polemik pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid yang dibakar anggota Barisan Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) di Garut, Jawa Barat, pada Minggu lalu.
Lihat juga: Menristekdikti Tegaskan Debat Capres di Kampus Langgar UU
Warganet ramai-ramai mencuitkan kritik mereka terhadap Prabowo yang diduga memiliki hubungan organisasi terlarang tersebut. Diketahui, HTIkini dilarang karena dianggap ingin mendirikan 'Khilafah Islam' dan mengganti Pancasila.
Sebelumnya, HTI disebut-sebut mendukung pasangan Prabowo-Sandi dalam Pilpres terkait dengan gerakan #2019GantiPresiden.
Sebaliknya, Partai Gerindra juga mendukung HTI untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta atas pencabutan badan hukum. (bmw/agi)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Polisi mengaku harus melakukan tindakan tegas, dengan menembak ZA lantaran perempuan penyerang Mabes Polri itu menggunakan senjata api dan membahayakan.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER