"Pak Arsul nggak paham pidato Pak Prabowo, hanya dengar sepotong lalu berkomentar," ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Rabu (26/12/2018).
Andre meminta Arsul memahami maksud pidato Prabowo secara utuh. Dia meminta Arsul tak menghilangkan makna pidato Prabowo.
"Padahal pidato Pak Prabowo itu menjelaskan pendapatan perkapita kita yang USD 3.800 per tahun. Tapi 49 persennya dihasilkan dari 1% rakyat Indonesia. Berarti kalau yang 1 persen kita keluarkan, rata-rata pendapatan perkapita kita hanya USD 1.900. Ini sama dengan Afganistan, Rwanda, Haiti dan lain-lain. Ini maksud pidato Pak Prabowo yang disampaikan di Konfrensi Nasional Partai Gerindra 17 Desember 2018 yang lalu," imbuh Andre.
Arsul sebelumnya menyebut Prabowo lupa dengan ilmu geografi karena menyebut Haiti merupakan salah satu negara miskin di Afrika. Andre menyebut Prabowo tak bermaksud seperti yang disebut Arsul. Dia meminta perdebatan dialihkan ke hal-hal yang substansial.
"Pak Prabowo bilang sama dengan banyak negara Afrika seperti Rwanda, Chad, Afganistan kan di Asia, lalu baru masuk Haiti. Mari berdebat substansi," tegasnya. (gbr/van)