"Karena saat akhir pekan pengunjungnya membludak, jadi bisa disiasati pada hari biasa yang lebih sepi pengunjung," ujar dia.
Sementara, untuk kondisi macet 7 kilometer yang terjadi akhir pekan kemarin, menurut Sukmadi, memang disebabkan jumlah pengunjung yang membludak.
Bahkan, jumlahnya berkali-kali lipat dari jumlah pengunjung pada akhir pekan sebelumnya.
Menurut Sukmadi, pihak pengelola sudah menempatkan kendaraan mobil dan motor di kantong parkir yang tersedia.
Sementara, untuk pengendara yang datang belakangan dan tidak kebagian tempat parkir, diimbau untuk parkir di perkampungan bawah.
"Tapi banyak pengendara yang tetap ngotot mau ke atas, padahal sudah diarahkan untuk di bawah saja. Akhirnya maju tidak bisa, mundur juga tidak bisa, sehingga menciptakan kemacetan," kata dia.
Sukmadi mengatakan, untuk pengendara yang parkir di perkampungan bawah, akan lebih nyaman lantaran bisa berisitirahat di rumah warga.
Jarak ke puncak Gunung Luhur sekitar 2 kilometer. Jarak itu bisa ditempuh dengan ojek yang disediakan oleh warga dengan bayaran sesuka pengunjung.
"Kita tidak patok berapa tarif ojek, seikhlasnya saja, karena tujuannya memang untuk membantu wisatawan yang tidak kebagian parkir di atas," kata Sukmadi.
Baca juga: Kisah Siswa Madrasah di Pamekasan, Belajar di Gubuk Reyot dan Pinggir Kuburan
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan