TELENEWS.ID – Pemerintah berencana memperluas pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Diskon pajak kali ini menyasar mobil dengan kapasitas silinder 2.500 cc. Hal ini jelas akan memberikan angin segar pada produsen mobil, seperti halnya Agen Pemegang Merek (APM) Indonesia.
Wacana ini sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun dengan syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 70 persen. Itu berarti, komponen dalam negeri harus jadi pertimbangan utama.
Hal ini juga mendapatkan pertimbangan tersendiri bagi Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang menjelaskan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR pada Senin (15/3/2021),
“Jadi sedang melakukan penyempurnaan (kebijakan insentif PPnBM pada mobil 2.500 cc),” ujarnya.
Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), mengatakan adanya perluasan insentif PPnBM ini sejalan dengan keinginan pemerintah menggaungkan produk dalam negeri.
Apalagi insentif ini akan diberikan pada mobil dengan produksi yang mengedepankan daya beli lokal yang tinggi.
Bob memprediksi kebijakan ini akan berdampak positif pada perputaran perekonomian nasional. Inilah yang diinginkan pemerintah dalam kondisi pandemi saat ini, mendorong masyarakat tetap konsumtif apalagi untuk golongan menengah ke atas. Memang, kebijakan PPnBM ini akan menguntungkan golongan tersebut.
“Jika tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan industri, kebijakan ini cukup tepat. Apalagi kalau menurunkan grade local purchase hingga ke level 50 persen. Ini akan memberikan dampak positif yang lebih luas untuk pemasok lokal hingga UKM yang berkontribusi pada kami,” ujar Billy.
Jika benar nantinya pemerintah akan memperluas stimulus insentif PPnBM pada kendaraan dengan silinder 2,500 cc dan di bawahnya, siapa pihak yang akan diuntungkan?
Pasalnya pangsa pasar pembeli mobil jenis tersebut rata-rata kalangan menengah ke atas. Ironisnya, masyarakat golongan tersebut justru lebih menyukai mobil impor pabrikan luar negeri. (Chairunisa)