Baca juga : Juragan Kos-kosan di Jogja Bangkrut, PHRI: Mereka Butuh Duit Cash
Adapun rata-rata harga tertinggi banyak dijual kos eksekutif walaupun banyak juga yang diobral murah. Tingginya penjualan kos-kosan di Yogyakarta tak dipungkiri akibat terdampak corona. Hal itu diakui salah satu pengusaha kos-kosan di daerah Condong Catur, Yogyakarta Hanggoro Suwignyo. Pihaknya menyebut penjualan kos-kosan lewat lapak online terus meningkat karena bangkrut hingga menyambung hidup.
Baca Juga:
"Itu pilihan terakhir, pertama menanggung rugi dan kedua buat menyambung hidup. Lha mau gimana lagi soalnya kondisinya memang berat," ungkapnya saat berbincang dengan SINDOnews melalui sambungan telepon, Minggu (7/2/2021).
Baca Juga: Nelongso Lur! Pengusaha Kos-kosan di Jogja Babak Belur
Penderitaan pengusaha kos di Jogja mulai terasa sejak pertengahan tahun lalu ketika pemerintah menetapkan kondisi darurat corona. Akibatnya banyak mahasiswa yang akhirnya meninggalkan kota pelajar. "Nggih seperti ini keadaan sekarang, penghuni kos jadi sepi karena banyak yang memilih pulang ke rumah karena kampus kebanyakan kuliah lewat internet," sebutnya.
Baca juga : Kos-kosan di Jogja Bangkrut & Dijual Online, Ini Sebabnya
Dia menjelaskan, kebanyakan yang memilih pulang awalnya mahasiswa atau mahasiswi yang daerahnya masih relatif bisa di jangkau seperti Klaten, Solo, Magelang, Purworejo, Semarang dan daerah lainnya. Namun karena pandemi tak kunjung usai malah angka kasus positifnya semakin tinggi akhirnya banyak juga dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan luar Jawa memilih sementara pulang ke daerah masing-masing. "Ya, akhirnya sepi tinggal beberapa itu kebanyakan yang memang sudah bekerja disini atau mahasiswa yang sebentar lagi wisuda. Tapi kalau kebanyakan memilih pulang kerumah masing-masing," jelasnya.
Baca juga : Pak Jokowi, Tolong Segera Selamatkan Indonesia
Lihat Juga: Kisah Petris Bercita-cita Ingin Menjdi Penyanyi Dangdut, Akankah Tercapai? Tonton Filmnya Sekarang!
(nng)