Dark/Light Mode
- Francesca Sofia Novello, Terkurung Di Kamar Hotel
- Elang Jawa Rombak Pasukan
- Patahkan Bhayangkara Solo FC 2-1, Persija Maju Ke Babak 8 Besar
- Polisi Datangi Rumah Perempuan Penyerang Mabes Polri
- Masyarakat Antusias Ikuti Program Vaksinasi Covid-19
Tahun Baru, Pemkot Surabaya Mau Razia Terompet
RM.id Rakyat Merdeka - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengimbau penjual terompet tidak berjualan di ibu kota Provinsi Jawa Timur, saat perayaan Tahun Baru 2021. Hal ini untuk mengantisipasi risiko penyebaran Covid -19.
"Saya khawatir, risiko penularannya besar sekali. Jadi, kami imbau tidak ada yang jualan terompet," kata Risma di Surabaya, Kamis (17/12).
Berita Terkait : Penetapan Wali Kota Surabaya Masih Nunggu Ketok Palu MK
Risma menjelaskan, saat terompet ditiup, maka otomatis air liurnya akan masuk ke terompet tersebut. Sehingga, hal ini dapat memperbesar risiko penularan Virus Covid-19. Ini yang harus diwaspadai bersama-sama.
Namun, kalau ada warga yang membuat terompet sendiri dan digunakan sendiri, ia tak mempermasalahkannya. "Kalau bikin sendiri dan ditiup sendiri silakan. Asal jangan dijual di tempat umum," katanya.
Berita Terkait : Soal Sewa Jaringan Utilitas, Ombudsman Kritik Pemkot Surabaya
Untuk itu, kata Risma, Pemerintah Kota Surabaya akan melakukan razia penjual terompet dengan tujuan melindungi warga dan mencegah penularan Covid -19.
Selain itu, Risma juga mengajak masyarakat agar melapor ke Command Center 122 apabila melihat ada penjual terompet saat perayaan tahun baru.
Berita Terkait : Eri-Armuji Targetkan Surabaya Jadi Kota Percontohan Toleransi
Baginya, keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah hal yang utama. Ia juga tak ingin kasus Corona di Surabaya kembali meningkat. "Kami mohon kerja samanya. Kalau kita semakin cepat memutus mata rantai Covid-19, maka kita semakin cepat kembali hidup normal," katanya. [FIK]