Apabila membutuhkan banyak, para PSK untuk wisatawan diantar menggunakan mobil. Namun jika permintaannya hanya satu atau dua orang, biasanya diantarkan dengan sepeda motor.
"Nanti dipilih, kalau tidak cocok dicarikan lagi. Terkadang ambil juga dari lokalisasi di dekat vila sini," kata dia.
S (18) seorang PSK, mengaku selama momen libur panjang ini, dia mendapatkan banyak tamu. Bahkan setiap malamnya ia bisa melayani lebih dari lima pria hidung belang.
"Kalau libur panjang begini paling sedikit semalam itu melayani lima orang tamu. Tapi pernah sampai 7 orang dalam semalam," kata dia.
Sekali melayani, dia dibayar Rp 300 ribu. Namun uang itu dibagi pada 'mamih' dan pengantar. Sehingga dari satu pelanggan dia hanya menerima Rp 110 ribu.
"Tarifnya tergantung nego, tapi biasanya kalau short time atau sekali main tarifnya Rp 300 ribu," kata dia.
Pelanggan yang dilayani kebanyakan dari luar kota, mulai dari Jakarta, Bekasi, hingga Depok. Ia mengaku kerap merasa takut jika tamunya menularkan virus COVID-19, tetapi kebutuhan setiap hari dan setoran pada 'masih' yang mengurusnya membuat gadis tersebut mengenyampingkan rasa takutnya.
"Mau gimana lagi, setiap hari disuruh harus kerja. Kalau libur suka dikenakan denda. Belum lagi butuh untuk biaya kosan dan sehari-hari. Jadi mau tamunya dari mana dan siapapun ya dilayani," kata dia.
(mud/mud)