Berita Abdya
Sopir Labi-labi di Abdya Semakin Tergusur dan Protes Kehadiran Bus Sekolah di Luar Peruntukannya
Beberapa unit labi-labi yang masih beroperasi sekarang ini hanya bisa mengharapkan penumpang siswa dengan tarif Rp 2.000 per siswa.
Beberapa unit labi-labi yang masih beroperasi sekarang ini hanya bisa mengharapkan penumpang siswa dengan tarif Rp 2.000 per siswa.
Laporan Zainun Yusuf| Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Labi-labi merupakan kendaraan angkutan umum sangat dekat dengan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
Perjalanan antardesa dan kecamatan, masyarakat senantiasa menggunakan jasa angkutan labi-labi.
Tidak heran kalau sebagian besar warga sangat mengenali sopir labi-labi yang menjadi langganannya.
Tetapi itu dulu. Beberapa tahun belakangan, keberadaan angkutan labi-labi melayani jasa angkutan umum di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), semakin tergusur.
Di Kota ‘dagang’ Blangpidie, ibu kota Kabupaten Abdya, terdapat dua pangkalan angkutan labi-labi yang sangat dikenali warga.
• Dua Pemain Satoe Atjeh Perkuat Tim Liga Pro, Ini Profil Atletnya
Di Jalan Pasar Lama, tempat mangkal labi-labi melayani trayek angkutan Blangpidie-Babahrot (PP).
Sedangkan di Jalan Muslimin, tempat kumpul labi-labi melayani trayek angkutan umum Blangpidie-Manggeng (PP).
Sampai era tahun 2000-an, di Pangkalan Jalan Pasar Lama setiap hari mangkal sekitar 40 sampai 50 unit labi-labi melayani jasa angkutan umum, trayek Kota Blangpidie-Babahrot.
Berita Abdya
Labi-labi di Abdya
Sopir labi-labi di Abdya protes Bus Sekolah
Serambinews.com
Serambi Indonesia
|Danrem 012/Teuku Umar Kunjungi Dayah Manyang Puskiyai Aceh dan PIT Jengkol Unggul Abdya|
|Mafia Tanah Kembali Beraksi, Bupati Akmal Minta Masyarakat Lapor Polisi|
|Warga Minta Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Rusak di Abdya, Ini Kata Kepala Dinas|
|Penjualan Chip Marak, DPRK Minta Pemerintah Aceh Surati Kemenkominfo untuk Blokir Game Higgs Domino|
|Belasan Hektare Sawah di Lembah Sabil Abdya Terancam Gagal Tanam, Ini Masalahnya|