MENGAPA HARUS MENYUSAHKAN DIRI UNTUK MENCAPAI SURGA?
...dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan... [Q.S. al-Hajj 22:78]
Kita seharusnya bersyukur kepada Allah yang telah menurunkan syariat agama Islam yang banyak sekali menyediakan kemudahan-kemudahan untuk mencapai surga. Sekalipun Allah membentangkan begitu luasnya ladang amal untuk bekal ke surga, tetapi Allah Maha Mengetahui akan kelemahan dan keterbatasan manusia sehingga diserulah kita untuk beramal menurut kadar kemampuan kita:
Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya. [Q.S. al-Mu'minuun 23:62]
Untuk menggapai surga, tidak perlu kita bertindak melampaui batas kewajaran seorang insan manusia yang akalnya sangat terbatas sebagaimana yang telah dilakukan oleh keluguan logika berpikir Fir'aun dan Namrudz. Keduanya mengambil jalan pintas dengan membangun bangunan tinggi yang dikiranya dengan begitu mereka bisa mencapai surga. Ditambah lagi beberapa ribu orang yang harus dikorbankan hanya untuk membangun impian keduanya sekalipun pada akhirnya sia-sia. Inilah contoh keluguan logika berpikir keduanya yang "menyusahkan diri dan membuat mahal jalan ke surga". Bila kita tidak mau bersabar di jalan-Nya dengan lebih memilih jalan pintas, maka tanpa disadari, kita sendiri telah diperbudak oleh logika yang sempit yang tak ubahnya seperti keluguan Namrudz dan Fir'aun. Seperti apa keluguan logika cara berpikir keduanya? berikut ini contoh-contoh apa yang telah mereka perbuat: TOWER OF BABEL: MENARA UNTUK BERTEMU TUHAN
Seorang Arab Badui datang kepada Nabi saw. dan bertanya: "Apakah Tuhan kita itu dekat? sehingga kami dapat memohon kepada-Nya, ataukah jauh? sehingga kami harus menyeru-Nya?" Nabi saw. terdiam, hingga turunlah ayat [Q.S. al-Baqarah 2:186] sebagai jawaban terhadap pertanyaan itu: Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. [Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Marduwaih, Abussyaikh dan lain-lainnya dari beberapa jalan, dari Jarir bin Abdul Hamid, dari Abdah as-Sajastani, dari as-Shalt bin Hakim bin Mu'awiyah bin Jaidah, dari bapaknya yang bersumber dari datuknya.]
Dalam logika Namrudz, cara untuk bertemu dengan Tuhan adalah dengan membuat bangunan pencakar langit hingga mencapai tempat bersemayamnya Tuhan. Logika ini mirip sekali dengan Arab Badui yang datang kepada Rasulullah saw., hanya saja bedanya, Arab Badui lebih intelektual dari Namrudz karena ia telah mengaplikasikan "Malu Bertanya Sesat Di Jalan".
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan" orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat" lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Q.S. al-Baqarah 2:258]
Seorang penguasa yang zalim yang dimaksud adalah Namrudz (Nimrod). Akibat kalah berdebat dengan Nabi Ibrahim as., Namrudz yang telah menyatakan dirinya sebagai tuhan, akhirnya berambisi untuk menemui Tuhannya Ibrahim dan bahkan punya rencana gila untuk membunuh-Nya. Rencana gila ini kemudian direalisasikan dengan membangun sebuah menara yang sangat tinggi dengan tujuan supaya bisa mencapai kediamannya Tuhan Ibrahim. Dalam literatur Kitab Kejadian (Genesis) -Injil Perjanjian Lama- disinggung pula tentang fungsional pembangunan Menara Babel ini:
"Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota, dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit/surga. Marilah kita cari nama supaya kita jangan terserak ke seluruh Bumi..." [Genesis 11:5-8]
Bahkan dalam literatur kitabnya Yahudi, Greek Apocalypse of Baruch, 3:5-8, diceritakan lebih rinci lagi ulah keluguan Namrudz ini. Saat Namrudz berdiri di puncak menara tersebut, ia kemudian mengarahkan panahnya ke langit seraya berkata "Mari kita lihat seperti apakah surganya Tuhan Ibrahim, apakah terbuat dari tanah liat, kuningan, ataukah besi". Keluguan akal logika Namrudz ini dilakukannya dalam rangka hendak mengambil alih tahta Tuhannya Nabi Ibrahim as.
Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta." [Q.S. al-Qashash 28:38]
GREAT PYRAMID: TETAP MENJADI RAJA DI ALAM KEMATIAN
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia. [Q.S. al-Mu'minuun 23:115-116]
Piramida adalah sebuah kuburan super besar yang dibangun karena jalan buntu logika pemikiran Fir'aun yang khawatir kematiannya akan mengakhiri tahta dan masa kejayaannya sebagai raja yang agung. Dalam pemikiran logika mereka perlu dibangun sebuah kerajaan di alam kematian agar Fir'aun yang sudah mati tetap menjadi raja di alam kematiannya. Logika pemikiran seperti inilah yang kemudian membawa ide untuk membangun kuburan raja mereka berukuran raksasa sebagai simbolik besarnya kekuasaan mereka kelak di alam kematian.
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. [Q.S. Ibrahim 14:1]
MUMMIFICATION: RESEP UNTUK HIDUP ABADI
Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad). Maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. [Q.S. al-Anbiyaa' 21:34-35]
Dalam mitologi bangsa Mesir kuno, mereka meyakini adanya kehidupan setelah kematian. Kematian hanyalah dianggap sebagai sebuah interupsi sementara bukan sebagai terhentinya kehidupan. Untuk menjamin keberlangsungan perpindahaan kerajaan Fir'aun dari kehidupan di dunia ke kehidupan setelah kematian, maka logika mereka pun sudah terkunci dengan anggapan kehidupan setelah kematian itu suasananya hampir sama dengan yang dijalani di dunia. Oleh karena itu dalam setiap ritual pemakaman Fir'aun, terdapat budaya untuk melestarikan sang raja dengan cara mumifikasi (pengawetan jasad) berikut menyertakan jasad-jasad keluarganya, bahkan disertakan pula aksesoris, perhiasan, dan perkakas yang biasa digunakan ketika Fir'aun masih hidup. Sekalipun mumifikasi ini sudah sejak lama diterapkan oleh bangsa Mesir kuno, namun baru Teknologi pengawetan jenazah ini ternyata baru bisa dilakukan pada jaman dinasti ke-19. Sebelumnya mereka selalu gagal untuk mengawetkan jenazah Fir'aun. Mungkin sering kita dengar metode pengawetan yang dilakukan adalah dengan menggunakan Natron, garam alami yang mengandung sodium karbonat, sodium bikarbonat, sodium klorid, dan sodium sulfat. Tapi metode Natron hanyalah bagian kecil dari sejarah panjang 3.000 tahun penemuan teknologi pengawetan jenazah. Baru pada jaman dinasti ke-19 tidak hanya Natron yang digunakan, dilakukan pula dengan menghilangkan organ-organ dalam, menghilangkan kelembaban atau kadar air pada tubuh, lalu kemudian mengisolasi jasad yang tersisa dengan membungkusnya oleh linen atau membalurnya dengan semacam cairan lilin. Selengkapnya tentang rangkaian teknologi pengawetan jasad bangsa Mesir kuno dapat dilihat [di sini].
- "Tower of Babel" - en.wikipedia.org
- "Nimrod" - www.jewishencyclopedia.com
- "Ancient Egypt" - en.wikipedia.org
- "Giza Pyramid Complex" - en.wikipedia.org
- "Pyramids around the World" - blog.hotelclub.com
- "Mummification in Egypt: An Overview" - www.mummytombs.com
- "Book of the Dead" - www.crystalinks.com
- "Lenin's Mausoleum" - en.wikipedia.org
- "Lenin As He Is Today" - englishrussia.com
- "Lenin's Mummy would they bring it back to life?" - www.davidicke.com