CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 15:43 WIB
Ilustrasi utang. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah hingga Oktober 2018 mencapai Rp4.478,6 triliun. Posisi tersebut naik 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp3.893,6 triliun.
Berdasarkan data APBNKita yang baru dipublikasikan pemerintah, utang pemerintah kini masih didominasi dalam bentuk surat berharga negara (SBN). Total utang pemerintah dalam instrumen tersebut mencapai Rp3.644 triliun, naik 15,44 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Lihat juga: Kementerian BUMN akan Konsultasikan Nasib Merpati ke Kemenkeu
Porsi SBN mencapai 81,38 persen dari total utang pemerintah. Adapun jenis utang tersebut didominasi dalam denominasi rupiah yang mencapai Rp2.246,11 triliun, sedangkan dalam denominasi valas (valuta asing) mencapai Rp1.074,12 triliun.
Sementara itu, utang dalam bentuk pinjaman mencapai Rp833,92 triliun atau naik 13,22 persen. Hampir seluruh pinjaman atau sebesar Rp827,57 triliun berdenominasi valuta asing (valas).
Lihat juga: Jokowi Blak-blakan Ditekan Sana-sini soal Saham Freeport
Seiring dengan total utang yang meningkat, pembayaran bunga utang pemerintah juga turut membengkak. Hingga akhir Oktober pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp213,22 triliun. Jumlah tersebut naik sekitar 16 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, tapi porsinya telah mencapai 89,36 persen dari total alokasi tahun ini. (agi/agi)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA EKOPEDIA
SAAT INI
Melihat rencana penjualan saham bir Delta yang mental di DPRD DKI, Ketua Fraksi PKS menyarankan Gubernur Anies mengambil langkah diskresi.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER