"Pernyataan yang berbeda-beda ini jelas mencurigakan," kata YLBHI, Asfinawati, kepada detikcom, Sabtu (12/10/2019).
Pernyataan yang dimaksud merujuk penjelasan pihak kepolisan yang simpang siur. Polisi sempat menjelaskan Akbar menderita luka di bagian kepala akibat terjatuh dari pagar depan Restoran Pulau Dua, saat demo ricuh di kawasan DPR, Rabu (25/9).
Polisi ketika itu menyebut Akbar dievakuasi oleh pekerja bangunan yang sedang melakukan renovasi di sekitar kawasan DPR, namun tak disebutkan ke mana Akbar dievakuasi.