5 Tradisi Super Ekstrem dari Berbagai Negara, Ada Praktik Makan Anggota Keluarga yang Mati
Tradisi membuang orang tua atau lansia untuk dibiarkan mati oleh suku Eskimo | List25
AKURAT.CO, Setiap kelompok masyarakat di dunia ini memiliki tradisi masing-masing. Dengan berbagai macam perbedaan geografis, kepercayaan, hingga latar belakang, tradisi masyarakat yang satu dengan yang lainnya pastilah berkembang dengan cara yang berbeda pula.
Dari sekian banyak tradisi, tidak jarang beberapa di antaranya terkesan mengandung ritual mengerikan atau cukup menyeramkan. Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO merangkum 5 tradisi paling menyeramkan dari berbagai negara.
1. Festival Vegetarian Phuket, Thailand
baca juga:
- Dua Warga PNG Jadi Tersangka Narkoba di Polresta Jayapura
- Jelang Pergantian Satgas, Danbrigif 7/RR Tinjau Sektor Selatan Perbatasan RI-PNG
- Tangkap Pengedar Narkoba di Papua Barat, Seorang Warga Negara Papua Nugini Jadi Buron Polisi
Jangan terkecoh dengan kata "vegetarian" dalam festival ini lantaran dalam pelaksanaannya, orang-orang Thailand tidak akan melakukan acara makan sayur-sayuran bersama-sama. Justru dalam festival ini, warga Thailand, khususnya komunitas keturunan China yang menganut ajaran Taoisme akan beramai-ramai melakukan berbagai aksi ekstrem.
Mereka akan berjalan atau berbaring di atas paku atau bara panas, memanjat tangga yang terbuat dari pisau, hingga menusuk pipi atau wajah dengan pedang, tombak, hingga kait besi. Dalam festival ini orang-orang akan bernyanyi, menari, sambil saling melemparkan petasan.
Festival yang juga disebut Festival Sembilan Kaisar Dewa atau Festival Kin Ja biasa dilaksanakan selama sembilan hari. Selama itulah, warga Thailand yang merayakan festival mencoba untuk membersihkan diri dengan memakai baju berwarna putih serta absen dari berbagai kegiatan seperti memakan daging, berhubungan seksual, minum alkohol, hingga menjaga pikiran bersih, serta menghindari makanan-makanan beraroma kuat seperti makanan yang mengandung banyak rempah-rempah atau bawang.
Jika kamu tertarik ke sana tahun ini, kamu harus mempersiapkan perjalanan ke Thailand sekitar tanggal 29 September hingga 7 Oktober mendatang.
2. Tradisi melempar bayi dari "Baba Umer Dargah", India
Salah satu tradisi yang bisa dibilang sangat ekstrem adalah ritual melempar bayi dari Baba Umer Dargah atau semacam bangunan suci bagi warga muslim India yang terletak di Solapur, Maharashtra.
Meskipun tempat ini merupakan sebuah situs penting bagi warga muslim, tetapi ritual tersebut sama-sama dilakukan oleh keluarga muslim serta Hindu setidaknya selama lebih dari 700 tahun.
Dalam tradisi tersebut, balita akan dilemparkan dari atap menara Baba Umer Dargah yang diketahui mempunyai ketinggian sekitar 15 meter. Bayi-bayi yang jatuh itupun akan ditangkap oleh penduduk (baik yang beragama Islam ataupun Hindu) yang sudah berjaga-jaga di bawah menara dengan menggunakan kain atau selimut.
Dengan melakukan ritual ini, masyarakat Solapur percaya bahwa akan membawa keberuntungan, kesuburan bagi wanita, hingga sebagai sebuah pertanda bahwa mereka percaya dengan kekuatan Tuhan.
3. Tradisi menelantarkan lansia untuk dibiarkan mati, Eskimo dan Jepang
Tradisi 'membuang' orang yang sudah berumur tua biasa dikenal dengan istilah "senisida". Salah satu bentuk senisida yang paling dikenal oleh warga dunia adalah tradisi membuang orang tua oleh kelompok Eskimo, khususnya dari suku Inuit.
Orang Eskimo yang tinggal di daerah Kutub mempunyai kesulitan yang amat besar untuk bertahan hidup. Alhasil, setiap orang dituntut untuk bisa mengandalkan dirinya sendiri agar tetap bisa hidup di lingkungan yang super keras.
Meskipun kita mungkin berpikir adalah sebuah hal yang kejam untuk menelantarkan orang tua hingga mati, tetapi bagi orang Eskimo yang sudah lanjut usia, dikirim ke lautan beku sendirian adalah sebuah berkah lantaran menjadi cara "keluar dari kehidupan" dengan terhormat tanpa menjadi beban bagi keluarganya.
Tidak hanya itu, dengan cara dibuang di atas es, jenazah para orang tua bisa terhindar dari pembusukan. Tercatat, kasus senisida terakhir yang berhasil direkam oleh media adalah senicide yang dilakukan oleh suku Inuit pada sekitar tahun 1939.
Selain kelompok Eskimo, senisida juga diketahui pernah dipraktikkan oleh orang Jepang kuno. Namun, bedanya, di Jepang, para orang tua atau orang yang sakit akan dibuang ke hutan (terutama hutan Aokigahara) atau tempat terpencil hingga mati. Sementara itu, tradisi senisida di Jepang sering disebut dengan istilah "ubasute".
4. "Sky burial", Tibet
Salah satu tradisi pemakaman paling unik dan terkenal di dunia adalah "sky burial" yang dilakukan oleh masyarakat Tibet. Dalam ritual tersebut, orang-orang Buddha Tibet akan membawa jenazah keluarganya yang sudah meninggal ke pegunungan dan membiarkan mayatnya dikonsumsi oleh burung-burung bangkai.
Meskipun terkesan pemakaman yang "menyeramkan", tetapi bagi masyarakat Tibet, sky burial adalah seperti penghormatan terakhir yang bisa dilakukan untuk orang terdekat yang sudah meninggalkan mereka. Di samping itu, mereka percaya bahwa jasad seperti "cangkang", sementara jiwa atau roh yang orang mati sudah berpindah dan siap untuk menuju proses renkarnasi.
Tidak hanya itu, warga Tibet juga menganggap bahwa pemakaman dengan cara sky burial adalah salah satu cara melindungi lingkungan lantaran mereka tidak harus "merusak" lahan atau tanah.
Sementara itu, tempat-tempat paling populer untuk ritual sky burial antara lain adalah biara-biara Drigung dan Ganden di Tibet tengah serta Institut Buddha Larung Gar dekat Sertar, wilayah Kham.
5. "Endocannibalism" atau memakan daging keluarga sendiri, Papua Nugini
Hampir berbagai media internasional pernah meliput tradisi tidak biasa yang dilakukan oleh suku Fore yang hidup di sekitar bagian timur Papua Nugini. Pasalnya, suku ini mempunyai sejarah yang sangat panjang dalam praktik endocannibalism atau memakan daging manusia dari keluarga atau komunitas yang sudah meninggal.
Dalam tradisi tersebut, endocannibalism dilakukan sebagai salah satu bagian dari ritual pemakaman mereka. Menurut sumber, pihak laki-laki akan mengonsumsi daging anggota keluarga mereka yang sudah meninggal pasca dua hari kematian. Sementara, pihak wanita dan anak-anak akan memakan bagian otak keluarga mereka yang meninggal tadi.
Meskipun menyeramkan, tetapi bagi suku Fore, ritual pemakaman ini merupakan bentuk penghormatan terhadap keluarga mereka yang sudah meninggal. Selain itu, suku Fore percaya bahwa setelah kematian, sifat-sifat baik dari seseorang atau dipanggil dengan istilah 'auma' akan melakukan perjalanan ke 'kwelanandamundi' atau tanah bagi orang mati.
Untuk membantu 'auma' sampai ke kwelanandamundi, maka anggota keluarga yang hidup harus memakan jenazah keluarga mereka. Tidak hanya itu, suku Fore percaya bahwa jiwa jenazah keluarga yang sudah dimakan akan memberkahi daging serta otak para keturunannya.
Itulah 5 tradisi super ekstrem yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat dari berbagai negara. []