VIVA – Seorang warga Tegal bernama Syarifudin menjadi korban persekusi oleh sekelompok orang yang ramai-ramai mendatangi rumahnya pada malam 23 Oktober 2018. Dia terpaksa mengungsikan istri dan anak-anaknya dan meninggalkan kampung halamannya ke tempat yang lebih aman.
Pria berambut gondrong yang dikenal sebagai Gus Syarif itu menceritakan pengalaman mencekamnya saat ditemui VIVA di suatu tempat pada Rabu, 7 November.
Semua berawal dari pernyataan pribadinya melalui akun Facebook-nya tentang peristiwa pembakaran bendera berlafaz kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat. Dia menyatakan mendukung oknum Banser yang membakar bendera itu karena dianggap bendera organisasi Hizbut Tahrir Indonesia.