KOMPAS.com - Sebanyak 108 orang dari Wuhan dengan rentang usia 18-60 tahun terdaftar menjadi relawan percobaan vaksin untuk mengobati Covid-19 yang saat ini tengah merebak.
Mereka menceritakan pengalamannya mengapa bersedia menjadi relawan dalam percobaan yang memiliki risiko ini.
Dikutip dari South China Morning Post (22/3/2020), semua relawan mengaku bangga bisa menjadi orang-orang pertama di China yang menerima vaksin Covid-19.
Salah satu relawan yang dijuluki Xiao Mi, menceritakan pengalamannya di media sosial Weibo.
"Saya agak naif, tidak ada rasa takut saat mendaftarkan diri menjadi relawan. Karena saya melakukan itu satu hari sebelum proses penyuntikkan vaksin dilakukan," kata Xiao yang masuk dalam relawan dengan pemberian dosis rendah.
Baca juga: Cara Tetap Waspada tetapi Tidak Panik di Tengah Kekhawatiran Wabah Virus Corona
Tahu risikonya
Dia menyebut dirinya sudah membaca informasi terkait risiko yang mungkin terjadi setelah vaksin diberikan, seperti misalnya akan merasakan alergi.
Dua orang di kelompoknya, bahkan telah terpantau mengalami kenaikan suhu tubuh hingga 38 derajat dan beberapa yang lain mengalami diare. Namun semua efek samping itu tidak bertahan lama.
Meskipun memiliki kekhawatiran, dia menyebut dirinya telah ambil bagian untuk berkontribusi kepada masyarakat.
"Saya merasa bisa menerima efek samping atau risikonya. Saya ingin menomorduakan kepentingan pribadi sesekali saja. Kita semua harus berterima kasih pada semua yang telah bersedia menjadi relawan," sebut dia.
Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone. Syarat & Ketentuan