CNN Indonesia | Selasa, 27/08/2019 07:25 WIB
Wilayah Kalimantan Timur. (dok. Google earth pro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Survei KedaiKOPI menemukan umumnya warga tak setuju dengan rencana pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.
Dalam survei yang digelar KedaiKOPI pada 14-21 Agustus 2019, sebanyak 39,8 persen responden menyatakan tak setuju terkait pemindahan ibu kota negara.
"[Sebanyak] 39,8 persen responden menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pemindahan ibu kota, sedangkan yang setuju sebesar 35,6 persen dan 24,6 persen memilih untuk tidak beropini," kata Direktur Eksekutif KedaiKOPI Kunto Wibowo dalam keterangan tertulis, Senin (26/8) malam.
Survei dilakukan di 34 Provinsi Indonesia terhadap 1.200 orang responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
Lihat juga: Ekonom Sebut Pemindahan Ibu Kota Tak Kuat Dongkrak Ekonomi
Dalam survei itu, tulis Kunto, penduduk di Pulau Sulawesi paling setuju ibu kota dipindah. Sebanyak 68,1 persen responden di Sulawesi menyatakan setuju.
Sementara penolakan terbanyak berasal dari warga Jakarta. Sebanyak 95,7 persen responden asal Jakarta menyatakan tidak setuju ibu kota pindah.
"Penduduk DKI Jakarta tentu saja yang paling terdampak dari rencana perpindahan ini, tidak mengherankan jika mereka paling banyak yang tidak setuju," ujar Kunto.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan bakal memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, tepatnya di sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara dan Penajam Paser Utara.
Ia mengatakan pemindahan ibu kota negara untuk mengurangi beban yang dialami DKI Jakarta dan Pulau Jawa, seperti kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan air.
"Kenapa urgent sekali? Kita tidak bisa terus menerus membiarkan beban Jakarta dan beban Pulau Jawa yang semakin berat," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8).
[Gambas:Video CNN] (dhf/kid)
Lihat juga: Bangunan Fisik Ibu Kota Baru Ditargetkan Rampung pada 2024
Tulisan ini merupakan bagian dari kumpulan artikel dalam Fokus: “Kalimantan Timur Ibu Kota Baru”
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose menilai holding BUMN bidang pertahanan akan meningkatkan efisiensi dan membantu dalam menciptakan inovasi.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER