|(Bombastis.com)|
Berikut ini telah disajikan beberapa tradisi orang Papua yang tergolong aneh dan ekstrem yang tidak banyak diketahui orang.
Indonesia adalah negara multikultural yang terdiri atas ratusan suku bangsa dengan bahasa, budaya, dan adat tradisi yang berbeda-beda. Beberapa suku bangsa di Pulau Papua bahkan memiliki tradisi yang tergolong aneh dan ekstrem yang tidak bisa dicerna oleh akal sehat. Tradisi-tradisi aneh dan ekstrem ini merupakan peninggalan leluhur yang telah dianut sejak lama oleh masyarakat Papua.
Berikut ini telah disajikan beberapa tradisi orang Papua yang tergolong aneh dan ekstrem.
Ada kepercayaan di masyarakat tradisional Papua bahwa darah nifas mengundang kesialan. Para wanita hamil yang akan bersalin pun diasingkan di tengah hutan.
Tradisi
Potong Jari dilakukan oleh masyarakat adat di Papua yang kehilangan
anggota keluarganya. Setiap terdapat satu orang anggota keluarga yang
meninggal maka satu ruas jari tangannya harus dipotong sebagai bentuk
cinta kasih.
(Instagram/@ethnicvibes.id)
Menurut anggota suku Dani, menangis saja tidak cukup untuk melambangkan kesedihan yang dirasakan. Rasa sakit dari memotong jari dianggap mewakili hati dan jiwa yang tercabik-cabik karena kehilangan.
Selain itu, alasan mereka memutuskan untuk melakukan tradisi Iki Palek adalah karena jari dianggap sebagai simbol harmoni, persatuan, dan kekuatan.
Bagian tubuh tersebut juga menjadi lambang hidup bersama sebagai satu keluarga, satu marga, satu rumah, satu suku, satu nenek moyang, satu bahasa, satu sejarah dan satu asal. Dalam bahasa Papua, itu disebut dengan "Wene opakima dapulik welaikarek mekehasik”.
Tradisi
Ararem merupakan tradisi arak-arakan untuk hantaran mas kawin menuju
tempat dilaksanakannya pernikahan. Saat Tradisi Ararem digelar maka
suasana akan sangat ramai oleh masyarakat. Hal unik dari Tradisi Ararem
adalah keberadaan bendera merah putih yang turut serta menjadi bagian
dari arak-arakan hantaran mas kawin.
(Bombastis.com)
Tradisi mumifikasi jenazah tak
hanya ada di Mesir, Suku Dani Papua juga melakukan tradisi pembalsaman
yang tokoh adat yang meninggal. Teknik mumifikasi dilakukan dengan
menjemur dan mengeringkan di dalam goa, kemudian ditusuk dengan tulang
babi dan diletakkan diatas perapian.
(Instagram/@roel_riot)
Tifa
merupakan alat musik pukul khas dari tanah Papua yang menyerupai
gendang. Beberapa suku di Papua membuat tifa dengan cara yang cukup
mengerikan. Kulit binatang yang digunakan tidak dilekatkan dengan lem
atau diikat dengan rotan, melainkan dengan darah. Darah diambil dari
bagian paha anggota masyarakat dengan cara disayat silet.
(Instagram/@tifapapuangroup)
Festival
Lembah Baliem merupakan festival adu kekuatan dari tiga suku besar di
Papua yang melambangkan kesuburan. Meskipun identik dengan kekerasan,
festival ini tetap aman dan asyik untuk dinikmati pengunjung. Festival
Lembah Baliem digelar dengan menggunakan skenario pemicu perang antar
suku layaknya film aksi.
(Instagram/@wonderful.indonesiaku)
Nama
Imeko diambil dari tiga daerah sembaran yaitu inanwatan, metemani, dan
kokoda. Tari Imeko begitu unik karena goyang pantat dan gerakan tangan
yang menyerupai kepakan sayap. Tari Imeko hanya dipentaskan dalam
acara-acara adat atau saat memasuki rumah baru.
(Bombastis.com)
(Instagram/@syarifrohimi)
Bakar batu merupakan tradisi yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah pertanian yang diberikan tuha. Meskipun namanya bakar batu, tak hanya batu saja yang dibakar tapi juga berbagai umbi-umbian untuk kemudian dimakan bersama.
Bagaimana, apakah anda tertarik mengunjungi wilayah Papua? Tak perlu bingung, NusaPedia menyediakan berbagai promo menarik di bebeberapa hotel di Pulau Papua. Kunjungi link berikut untuk informasi promo selengkapnya
Berikut ini telah disajikan beberapa tradisi orang Papua yang tergolong aneh dan ekstrem.
1. Wanita Papua Diasingkan di Hutan Jelang Bersalin
Ada kepercayaan di masyarakat tradisional Papua bahwa darah nifas mengundang kesialan. Para wanita hamil yang akan bersalin pun diasingkan di tengah hutan.
2. Tradisi Potong Jari
|(Instagram/@ethnicvibes.id)|
Menurut anggota suku Dani, menangis saja tidak cukup untuk melambangkan kesedihan yang dirasakan. Rasa sakit dari memotong jari dianggap mewakili hati dan jiwa yang tercabik-cabik karena kehilangan.
Selain itu, alasan mereka memutuskan untuk melakukan tradisi Iki Palek adalah karena jari dianggap sebagai simbol harmoni, persatuan, dan kekuatan.
Bagian tubuh tersebut juga menjadi lambang hidup bersama sebagai satu keluarga, satu marga, satu rumah, satu suku, satu nenek moyang, satu bahasa, satu sejarah dan satu asal. Dalam bahasa Papua, itu disebut dengan "Wene opakima dapulik welaikarek mekehasik”.
3. Tradisi Ararem
|(Bombastis.com)|
4. Mumi Papua
|(Instagram/@roel_riot)|
5. Tifa Darah
|(Instagram/@tifapapuangroup)|
6. Festival Lembah Baliem
|(Instagram/@wonderful.indonesiaku)|
7. Tari Imeko
|(Bombastis.com)|
8. Bakar Batu
|(Instagram/@syarifrohimi)|
Bakar batu merupakan tradisi yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah pertanian yang diberikan tuha. Meskipun namanya bakar batu, tak hanya batu saja yang dibakar tapi juga berbagai umbi-umbian untuk kemudian dimakan bersama.
Bagaimana, apakah anda tertarik mengunjungi wilayah Papua? Tak perlu bingung, NusaPedia menyediakan berbagai promo menarik di bebeberapa hotel di Pulau Papua. Kunjungi link berikut untuk informasi promo selengkapnya