Nenek ini bukanlah sosok seorang bintang atau tokoh terkenal, dia hanyalah orang tua biasa.
Tapi nenek ini memiliki sekeping hati yang mulia. Kemudian menghangatkan jiwa dan perut orang-orang yang tak terhitung banyaknya dengan kebaikan hatinya.
Prasmanan seharga Rp. 4.000 ini sebagai balas budinya.
Nenek ini bernama Zhuang Zhu Yu, pindah ke Kaohsiung pada usia 16 tahun.
Tak lama setelah menikah, suaminya dikirim dinas sebagai tentara di Nanyang untuk melawan penjajahan Jepang.
Ia yang awalnya hidup seorang diri, akhirnya mendapatkan bantuan dari seorang pekerja di pelabuhan.
Hal ini membuatnya sangat terharu, dan selalu diingatnya sepanjang hayat.
Kemudian setelah suaminya kembali ke Taiwan, usahanya makin membaik dan maju.
Ia mulai membantu para pekerja di pelabuhan yang kesusahan, meminjamkan gudangnya sebagai tempat tinggal secara cuma-cuma.
Perlahan, ia melihat bahwa kehidupan para pekerja itu sangat susah. Kerjanya berat tapi bayarannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, bahkan untuk tidur saja tidak ada tempatnya.
Dia terbayang dengan budi dari kuli di pelabuhan yang pernah membantunya, maka ia mulai memasak makanan bagi para pekerja tersebut tanpa menerima bayaran sepeser pun.
Ia tidak mengharapkan imbalan apapun dari mereka.
Hal yang mengharukan dari ketulusan nenek ini, adalah ia melakukan pekerjaan itu seumur hidup.
Setiap pagi ke pasar belanja sayur-mayur, kemudian menyiapkan masakannya, mulai dari mencuci sayur, memasak dan sebagainya semuanya disiapkan sendiri.