Plus Minus Membeli Mobil Listrik
Pekerja menyelesaikan perakitan mobil listrik Volkswagen (VW) ID.3 di Zwickau, Jerman, Selasa (25/2/2020). Mobil berjenis 'hatchback' tersebut sudah menggunakan mesin bertenaga listrik dan disematkan teknologi canggih yang ramah lingkungan. | REUTERS/Matthias Rietschel
AKURAT.CO Di Indonesia, kendaraan listrik (electric vehicle) memang belum populer. Namun, sedikit demi sedikit, kendaraan listrik mulai menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih moda transportasi. Tentunya, hemat energi dan ramah lingkungan menjadi alasan utama kendaraan listrik makin diterima di Tanah Air.
Selain kesadaran masyarakat yang mulai meningkat, awal bulan Agustus 2019 lalu, Presiden Republik Indonesia telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang percepatan pengembangan kendaraan listrik. Dengan adanya Perpres ini menunjukkan bahwa mengaspalnya kendaraan listrik di jalanan Indonesia semakin dekat.
Salah satu kendaraan listrik yang kini menjadi perbincangan adalah mobil listrik. Seperti diketahui, ada dua brand yang paling getol mengkampanyekan pemnggunaan mobil listrik. Tesla dan Hyundai adalah dua brand internasional yang kini tengah menjajaki armadanya untuk bisa mengaspal di Indonesia.
baca juga:
- Hyundai Tekankan Pentingnya Mobil Listrik Murni di The Economist Indonesia Summit
- Pilih Mobil Listrik Hyundai? Simak Keuntungan Layanan Purna Jualnya
- Hyundai Track Day 2021: Ajang Test Drive Mobil Listrik Hyundai di Sirkuit Sentul
Nah, sebelum lebih jauh menguak kiprah Tesla dan Hyundai, yuk kita simak dulu plus minus mobil listrik bila mengaspal di jalan-jalan Indonesia, termasuk bila kamu berniat membelinya.
PLUS
Lebih Hemat Energi
Mobil listrik berbeda dengan mobil konvensional. Mobil listrik menggunakan baterai sebagai daya penggeraknya. Baterai pada mobil listrik dapat diisi ulang alias di-charge. Sementara, mobil konvensional membutuhkan bahan bakar minyak sebagai daya penggerak mesinnya.
Penggunaan bahan bakar minyak terhitung lebih mahal daripada bahan bakar listrik. Berdasarkan penelitian, untuk mencapai jarak hingga 120 kilometer sebuah mobil listrik hanya memerlukan biaya sebesar Rp 75.000. Sementara, bila kamu menggunakan BBM akan memerlukan biaya dua kali lipat lebih banyak dari bahan bakar listrik.
Ramah Lingkungan
Yang paling disenangi dari mobil listrik adalah sisa pembakarannya yang ramah lingkungan. Bahan bakar listrik tidak mengeluarkan emisi karbon dioksida ke udara atau kerap disebut dengan istilah zero emission.
Tentunya, hal itu berbeda dengan mobil konvensional hasil pembakarannya mengeluarkan emisi karbon dioksida ke udara. Dan jumlah tidak sedikit.
Selain tidak menyebabkan polusi udara, mobil listrik juga menghasilkan suara yang lebih halus, senyap, dan tidak bising. Hal ini berbanding terbalik dengan mobil konvensional. Mobil dengan mesin diesel, misalnya, menghasilkan suara yang keras dan cenderung berisik.
Perawatan Mudah
Tidak seperti mobil konvensional, mobil listrik tidak memerlukan perawatan khusus. Mobil listrik hanya memerlukan perawatan baterai saja. Rupa-rupa perawatan seperti ganti oli atau memberi sejumlah pelumas di beberapa part nyaris tidak ada pada mobil listrik.
Artinya, kamu tidak perlu mengeluarkan dana lebih untuk ganti oli atau sekedar membeli pelumas. Tak hanya mudah dirawat, treatment yang dilakukan terhadap mobil listrik juga terbilang ringan.
Penggunaan Teknologi Terbaru
Hadirnya teknologi terbaru memberi solusi dalam hal kecepatan dan manuver. Untuk dua hak tersebut, mobil listrik bisa dibilang lebih bertenaga. Berkat kerja torsi dalam waktu singkat menuju roda mobil, pengendara bisa mendapat akselerasi yang baik kala berkendara.
Mobil listrik juga menyematkan teknologi Intelligent Transport System (ITS). Penggunaan ITS membuat mobil listrik menjadi satu-satunya mobil dengan sistem keamanan terbaik. ITS adalah sistem keamanan mobil dimana mobil akan segera terhenti sebelum menabrak sesuatu. Sistem ini membuat mobil listrik menjadi mobil paling aman.
MINUS
Jarak dan Waktu Isi Ulang
Sayangnya, kapasitas baterai yang digunakan sebagai sumber penggerak mesin membuat mobil listrik mempunyai keterbatasan dalam menempuh jarak. Jarak paling jauh yang bisa ditempuh oleh mobil listrik adalah 120 kilometer. Kapasitas baterai yang lebih besar kini masih dalam tahap pengembangan. Dan, untuk menempuh jarak hingga 120 kilometer, mobil listrik memerlukan pengisian listrik selama 6 jam penuh. Waktu pengisian tersebut terbilang lama.
Kecepatan yang Terbatas
Memliki torsi yang melimpah karena penyaluran tenaganya langsung tidak membuat mobil listrik bisa diajak berlari kencang. Kecepatan mobil listrik masih terbatas.
Salah satu kekurangan yang fundamental adalah mesin pada mobil listrik tidak bisa dioprek. Salah oprek bisa menyebabkan korsleting bahkan kebakaran yang akan merusak seluruh komponen atau part. Bila kamu suka ngebut dan kerap beradu kecepatan, mobil listrik bukan pilihan yang tepat.
Harganya Mahal
Kekurangan ini yang paling tidak disukai. Baterai mobil listrik ternyata harus rutin diganti setiap 3-10 tahun sekali. Harganya cukup mahal.
Tidak hanya baterai, unit dari mobil listrik masih sangat sulit didapat. Di Indonesia sendiri, produksi mobil listrik masih sangat sedikit dan harganya pun lebih mahal dibanding mobil konvensional.