Berita Bireuen
'Jeungki Ie' di Bireuen Bikin Penasaran Kepala DPMG Aceh Besar, Ini Kegunaan dan Keunggulannya
Alat yang terbuat dari rangkaian pipa besar itu diletakkan dalam saluran irigasi untuk memompa air supaya mengairi sawah tadah hujan di kawasan itu.
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh Besar, Sabtu (5/9/2020) hari ini, melihat langsung 'Jeungki Ie' di Desa Cot Jrat, Kota Juang, Bireuen.
Alat yang terbuat dari rangkaian pipa besar itu diletakkan dalam saluran irigasi untuk memompa air supaya mengairi sawah tadah hujan di kawasan itu.
Kepala DPMGP-KB Bireuen, Mulyadi SH kepada Serambinews.com, Sabtu (5/9/2020), mengatakan, kunjungan tim dari Aceh Besar untuk melihat secara dekat alat tersebut yang digunakan petani setempat dan akan diupayakan bisa dipasang di Aceh Besar.
Sedangkan Syukri, warga Desa Cot Jrat selaku perancang pompa air tersebut mengatakan, mereka berhasil mengembangkan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa pompa hidran alias 'Jeungki Ie'. Pembuatan alat ini, jelas Syukri, dilakukan melalui Posyantekdes dengan dukungan Dana Desa.
“Pompa hidran ini mampu memompa air dari sumbernya ke areal sawah tadah hujan seluas sekitar 20 hektare, tanpa menggunakan BBM (minyak) maupun tenaga listrik,” ujar Syukri kepada Serambinews.com, Sabtu (5/9/2020).
• Detik-detik Bupati Halmahera Timur Meninggal, Baru 15 Menit Daftar di KPU, Sempat Pingsan Saat Orasi
• Hari Ini, Pasien Postif Covid-19 di Banda Aceh Bertambah Lima Orang
• VIDEO Penampakan Awan Berbentuk Huruf V di Wonosobo, BMKG Berikan Penjelasan
Saat ini, terangnya, 'Jeungki Ie' sudah dipergunakan oleh beberapa gampong, antara lain Gampong Blang Tingkeum, Kota Juang, Bireuen.
"Sumber air untuk 'Jeungki Ie' di Gampong Blang Tingkeum diambil dari gampong tetangga, sehingga para petani Gampong Blang Tingkeum sudah dapat menanam padi 2-3 kali setahun," sebutnya.
Menjawab Serambinews.com tentang cara kerja pompa tersebut, Syukri yang didampingi Pendamping Desa Ade Iqbal memaparkan, 'Jeungki Ie' menggunakan teori Pascal.
Teori ini menerangkan, tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah. Makanya tekanan yang masuk pada penghisap pertama sama dengan tekanan pada penghisap kedua.
Berpijak dari teori tersebut, lanjut dia, maka posisi peletakan rangkaian pompa yang membentuk 'Jeungki Ie' tersebut pada saluran irigasi karena terdapat tekanan air di tempat itu.
• VIDEO Ngakak! Bocah SD Dipanggil Guru karena Tulisannya Berspasi Jauh-Jauh
• Film Mulan Rilis & Tayang Perdana di Streaming Disney+, Indonesia Belum Kebagian, Harap Sabar
• ABG Ini Dirudapaksa Berkali-kali oleh Ayah Tiri Sejak Tiga Tahun Lalu
Syukri yang juga Ketua Posyantekdes menambahkan, pada tahun 2021 mendatang, pihaknya akan mengembangkan pompa hidran generasi baru tanpa limbah, sehingga cocok digunakan oleh PDAM, baik dari sumber air permukaan maupun sumur, tanpa air terbuang sebagai limbah.
Sementara itu, Direktur BUMG Genta Malaka (GEMA) Gampong Cot Jrat, Muhammad Diah menyatakan, penjualan 'Jeungki Ie' dilakukan oleh BUMG dengan harga berkisar 40-50 juta per unit, dan siap pasang ke lokasi.
"Saat ini, Posyantekdes sedang menyelesaikan pesanan enam unit pompa hidran baru," pungkas Muhammad Diah.(*)
|Ini Jadwal MTQ Tingkat Kecamatan di Bireuen, Mulai Kutablang Hingga Makmur|
|Selain Safari Jumat Subuh, Bupati Bireuen Juga Gowes Rutin|
|Bupati Bireuen Keliling Lokasi Pembangunan RS Regional Bireuen|
|Dirlantas Polda Aceh Bantu Perbaikan Meunasah Abeuk Budi Juli yang Rusak karena Tertumbang Pohon|
|Bupati Bireuen Drs H Muzakkar Dilantik Sebagai Ketua PD IPHI Bireuen|