welcome to Rappler
Login
To share your thoughts
Don't have an account?
Check your inbox
We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.
Didn't get a link?
Use password?
Check your inbox
We just sent a link to your inbox. Click the link to continue resetting your password. Can’t find it? Check your spam & junk mail.
Didn't get a link?
Sign up
Ready to get started
Already have an account?
By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy
Check your inbox
We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.
Didn't get a link?
Join Rappler+
Join Move
How often would you like to pay?
Annual Subscription
Monthly Subscription
You will be re-directed to our payment partner to complete your payment.
Your payment was interrupted
Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress
Your payment didn’t go through
Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress
welcome to Rappler+
welcome to Move
welcome to Move & Rappler+
Pernyataan kontroversial pejabat soal pemerkosaan
JAKARTA, Indonesia – Pemerkosaan dan kekerasan seksual masih menjadi isu yang sangat sensitif. Namun, tak semua orang benar-benar memahami apa yang menjadi akar masalah dari kasus semacam ini.
Tak sedikit yang melontarkan komentar insensitif dan semakin menyudutkan korban. Padahal, yang seharusnya menjadi perhatian adalah bagaimana mengganjar pelaku dan mencegah kejadian semacam ini terulang.
Berikut kutipan-kutipan dari pejabat terkait pemerkosaan yang mengundang kecaman masyarakat.
Fauzi Bowo
Pada 2011 lalu, bekas gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengmentari maraknya pemerkosaan yang terjadi di angkot. Saat itu, memang tercatat banyak perempuan yang diperkosa saat pulang menggunakan angkot.
Kepada media, Foke, sapaan Fauzi, mengatakan pemerkosaan terjadi karena korban menggunakan rok pendek. Ia bahkan meminta supaya perempuan tak lagi menggunakan rok saat bepergian.
“Coba bayangkan yang duduk di depan perempuan itu, bagaimana reaksinya melihat ada perempuan pakai rok mini, rada gerah juga kan,” kata Foke.
Pernyataan ini langsung memancing amarah netizen. Foke dianggap melanggengkan pelecehan terhadap perempuan dengan menyalahkan rok mini. Sejumlah perempuan bahkan menggelar “Aksi Rok Mini (Perempuan Menolak Perkosaan)” sebagai bentuk perlawanan.
Akhirnya, Foke meminta maaf dan mengatakan kalau ia sama sekali tak bermaksud melecehkan korban.
"Saya minta maaf bahwa pernyataan saya sebelumnya rawan salah tafsir. Saya sama sekali tidak bermaksud melecehkan kaum perempuan," kata Fauzi.
Mohammad Nuh
Pernyataan serupa juga keluar dari mulut bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. Saat itu, ia berkomentar tentang penculikan dan pemerkosaan seorang gadis berusia 14 tahun. Gadis ini kemudian dikeluarkan dari sekolah karena dianggap membawa aib.
Daripada mengkritik, Nuh justru mengatakan kalau pemerkosaan terkadang merupakan kesalahan korban. “Bisa terjadi karena suka sama suka…lalu yang perempuan menuduhnya pemerkosaan,” kata dia.
Netizen kembali mengamuk. Bahkan, ada yang menuntut supaya Nuh mundur dan meletakkan jabatannya. Akhirnya, Nuh mengeluarkan permintaan maaf pada media. Namun, ia tetap menolak meminta maaf pada korban dugaan perkosaan dan keluarganya.
Ramli Mansur
Saat menjabat sebagai Gubernur Aceh Barat, Ramli pernah mengatakan kalau perempuan yang tidak mengenakan pakaian sesuai Islam layak diperkosa. Hal ini untuk menegakkan qanun -atau peraturan daerah -yang mewajibkan pengunaan pakaian sesuai syariah Islam.
“Perempuan yang tak berpakaian sesuai syariah seperti meminta diperkosa, termasuk beramai-ramai,” kata dia.
Saleh Partaonan Daulay
Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini mengeluarkan pernyataan yang cenderung menyalahkan korban. Saat itu, ia tengah dimintai komentar tentang kasus Yy, remaja 14 tahun yang tewas diperkosa 14 orang.
"Dalam kasus Bengkulu, kemungkinan yang paling salah adalah ketika korban berjalan sendirian di pinggir kebun yang sangat sepi dan membuka ruang bagi para pelaku untuk berbuat jahat," kata dia. Lantas pernyataannya ini langsung disambut kecaman publik.
Meski demikian, Saleh beralasan kalau media yang mewawancarainya saat itu salah kutip. Ia mengatakan ada konteks yang tak sesuai dengan pernyataannya itu. – Rappler.com