Belum diketahui kenapa hal itu terjadi, kemungkinan karena koloni berkembang dalam periode waktu yang lama. Atau, mungkin karena kulit kita mengeluarkan jumlah sebum, makanan tungau yang sangat banyak seiring kita menua.
Tungau wajah secara umum dianggap tidak berbahaya, tapi kebiasaan kawin mereka bisa dianggap mengerikan. Meski makhluk menyerupai kutu ini menghabiskan hidupnya di dalam folikel rambut, namun saat kita tertidur, mereka keluar dan kawin tepat di wajah kita. Mereka kemudian bisa masuk kembali ke folikel kulit dan mengerami telur mereka.
"Mereka tidak berbahaya dan sebagian besar dari kita nampaknya bisa hidup bersama dengan baik. Tungau wajah adalah spesies binatang yang punya hubungan paling dekat dengan manusia, meski sebagian besar dari kita tidak tahu atau pernah melihat salah satunya seumur hidup," tutur Michelle Trautwein, seorang entomologist di California Academy of Sciences di San Francisco.
Trautwein menambahkan bahwa tungau wajah kemungkinan sama tuanya dengan spesies kita, setua homo sapiens. Karena hal ini para ilmuwan seperti dirinya bisa mengetahui banyak mengenai keturunan geografis seseorang, bagian dunia mana nenek moyang Anda berasal, hanya dengan melihat tungau di wajah mereka.