Waspadalah WhatsApp! Telegram Disuntik Rp 14 Triliun
Layanan messaging yang tengah naik daun, Telegram, baru saja mendapatkan suntikan modal besar senilai USD 1 miliar atau di kisaran Rp 14 triliun.
CEO Telegram Pavel Durov kembali bersuara setelah layanan pesan instan besutannya itu serang hoax bahwa Telegram akan disusupi iklan.
Pendiri Telegram, Pavel Durov, menemui pangeran atau Putra Mahkota Dubai, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum.
Pendiri Telegram Pavel Durov mengatakan telah menghapus ratusan pesan yang berisikan seruan publik untuk melakukan kekerasan.
CEO Telegram Pavel Durov menuding bahwa ada upaya Facebook untuk menjatuhkan layanan pesan instan miliknya yang saat ini tengah meroket.
CEO Telegram Pavel Durov menyebut platform-nya berhasil menggaet jutaan pengguna baru. Termasuk Presiden Brasil Bolsonaro dan Presiden Turki Erdogan.
CEO Telegram Pavel Durov memamerkan dua pemimpin negara terbaru yang pakai channel Telegram. Dia juga merilis daftar lengkap presiden yang gunakan layanannya.
Pendiri dan CEO Telegram, kembali angkat bicara soal melesatnya angka download layanannya itu secara signifikan.
Pendiri Telegram, Pavel Durov, adalah salah satu pentolan teknologi tersukses di usia masih muda.
Telegram dan pendirinya, Pavel Durov, agaknya memanfaatkan betul momentum WhatsApp sedang bikin cemas.