CNN Indonesia | Rabu, 21/08/2019 19:03 WIB
MUI meminta Ustaz Abdul Somad agar berhenti menyampaikan ceramah yang berpotensi digugat dengan pasal penistaan agama (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Ustaz Abdul Somad agar tidak lagi menyampaikan sesuatu yang berpotensi digugat dengan pasal penistaan agama. Itu dinilai perlu agar Abdul Somad tidak dilaporkan ke polisi oleh pihak yang merasa keberatan.
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi mengatakan pihaknya tidak bisa membantu hal tersebut terjadi.
"Agar tidak terulang seperti yang sebelumnya, maka jangan kita masuk ke wilayah itu. Kalau kita masuk ke persoalan yang disebut, pasal yang anda sebut penistaan, itu kan wilayahnya norma ya. Kalau soal norma kan kami tidak punya kewenangan apa-apa," kata Masduki di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/8).
Saat ini, MUI tengah berupaya melakukan mediasi antara Abdul Somad dengan organisasi kemasyarakatan kristiani yang merasa tersinggung.
MUI, lanjut Masduki, akan mulai berkeliling ke ormas-ormas kristiani pekan depan. Ia berharap tindakan ini dapat meredam ketegangan di masyarakat berbagai lapisan.
Lihat juga: Abdul Somad soal Salib: Saya Jelaskan Akidah untuk Umat Islam
"Ya harapannya supaya tidak ada gugatan balasan dari pihak yang lain, dan kemudian kalau dicabut (laporan terhadap UAS) ya lebih bagus," ucap dia.
Masduki lalu berharap kasus ini dijadikan pelajaran dan peringatan bagi ulama lain. MUI meminta ulama untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan ceramah kepada umat.
MUI, lanjutnya, menginginkan ulama ikut menenangkan masyarakat yang sempat terbelah akibat Pilpres 2019 lalu. Bukan malah menghambat rekonsiliasi.
"Kami sepakat agar soal ini jangan memanas karena kita baru selesai pilpres, kita lagi menjahit ini dan ingin mendinginkan suasana agar semua berjalan lebih bagus. Makanya jangan sampai melebar lagi," tuturnya.
Lihat juga: Tim Pembela Ulama Laporkan Balik Pelapor Abdul Somad
Sebelumnya, beredar video di media sosial berisi Ustaz Abdul Somad tengah menyampaikan ceramah. Dalam video itu, Abdul Somad membahas tentang salib setelah ditanya oleh salah seorang jamaah.
Somad lalu mengklarifikasi. Dia menegaskan bahwa substansi ceramahnya itu hanya sekadar menjawab pertanyaan dari salah satu jemaah dan bukan untuk merusak hubungan antarumat beragama di Indonesia.
Dia menuturkan ceramah yang mengundang polemik itu dilakukan di Masjid An-Nur Pekanbaru sekitar tiga tahun lalu. Ia menjelaskan subtansi ceramah tersebut hanya untuk menjawab pertanyaan dari jamaah tentang patung dan kedudukan Nabi Isa AS yang tertera dalam Alquran dan Sunah Nabi Muhammad SAW.
Lihat juga: Ceramah Abdul Somad, JK Ingatkan Isi Khotbah Harus Lebih Adem
Namun, video Abdul Somad sudah kepalang viral. Sejumlah pihak yang merasa tersinggung melaporkannya ke kepolisian.
Hingga saat ini, Abdul Somad dilaporkan atas dugaan penistaan agama ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Polda Metro Jaya, dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.
Abdul Somad juga dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian ke Polda Jawa Timur. (dhf/sur)
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Masduki Baidlowi berharap semua ulama menjadikan kasus Abdul Somad menjadi pelajaran. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
LIHAT SEMUA Berita Daerah Terbaru
SAAT INI
Ribuan personel dikerahkan guna mengantisipasi aksi teror di Gereja.
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
TERPOPULER