Aston Villa Potong Gaji Pemain dan Pelatih Empat Bulan
Aston Villa
Pemain Aston Villa Jack Grealish melakukan selebrasi bersama rekan setimnya pada pertandingan Carabao Cup di Villa Park, Birmingham, Inggris, Rabu (29/1/2020) dini hari. Aston Villa menang dengan skor 2-1 atas Leicester City. | REUTERS/Carl Recine
AKURAT.CO, Para pemain, pelatih, dan manajemen Aston Villa telah menyetujui pemotongan gaji sebesar 25 persen selama empat bulan untuk membantu finansial klub di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
"Saya senang mengumumkan langkah-langkah ini untuk melindungi mata pencaharian staf kami dan keluarga mereka," kata Kepala Eksekutif Villa, Christian Purslow, dalam laman resmi klub pada Sabtu (25/4).
"Para pemain tim utama, pelatih tim utama, dan manajemen semuanya sepakat untuk memotong gaji sebesar 25 persen selama empat bulan untuk membantu klub selama periode ketidakpastian ini, dengan peninjauan lebih lanjut yang terjadi pada akhir periode ini."
baca juga:
- Hasil Lengkap Liga Inggris; Catatkan 20 Kemenangan Beruntun, City Nyaman di Puncak Klasemen
- Leeds vs Aston Villa: Gol Tunggal Anwar El-Ghazi Pastikan Kemenangan The Lions
- Aston Villa vs Leicester: Tundukkan Villa, Leicester Geser Posisi MU di Posisi Runner-up
Liga Primer sudah tidak bergulir selama lebih dari sebulan karena jaga jarak sosial yang diterapkan oleh pemerintah Inggris dalam upaya memerangi penyebaran virus corona. Hal itu membuat klub tanpa pendapatan.
Sementara itu, banyak perusahaan telah memanfaatkan Skema Retensi Kerja Wabah Corona dari pemerintah Inggris, di mana perusahaan dipersilakan membayar 80 persen gaji bulanan staf yang terpaksa dicutikan maksimal 2.500 Poundsterling atau setara Rp497 juta per bulan.
Klub sepak bola yang mengambil pilihan itu telah banyak dikritik. Tim-tim tersebut adalah Tottenham Hotspur, Liverpool, dan AFC Bournemouth, namun mereka pada akhirnya menarik kembali keputusan yang sempat diambil.
Meskipun Norwich City dan Newcastle United masih memanfaatkan keuntungan dari skema retensi pekerjaan untuk beberapa karyawan, Villa memastikan semua staf non-sepakbola akan dibayar penuh.
"Selama dua musim sejak Nassef Sawiris dan Wes Edens menyelamatkan Aston Villa, mereka telah mendukung dan mendanai pembangunan kembali klub dengan investasi keuangan pribadi tingkat besar," tulis Villa.
Mereka terus menyediakan dana besar yang, dikombinasikan dengan penangguhan gaji yang signifikan ini, memungkinkan Aston Villa untuk mengkonfirmasi bahwa semua staf non-sepak bola, penuh, dan paruh waktu - akan dibayar penuh sepanjang periode sulit ini."
"Para pemain dan staf kami merasakan solidaritas luar biasa dengan banyak klub di piramida sepak bola yang memiliki masalah keuangan," lanjut pernyataan Villa.[]