SLEMAN, JITUNEWS.COM- Setelah salak jenis Pondoh Super, kini Sleman memperkenalkan komoditi salak barunya yang bernama Madu Probo.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kabupaten Sleman Edi Srihamarmanta mengatakan, salak madu probo ini sudah dikembangkan sekitar 2003, oleh seorang warga bernama Probo, di dusun Soko, desa Merdikorejo, kecamatan Sleman-Yogyakarta.
Tak hanya sekedar diperkenalkan, salak jenis baru ini juga sedang dalam pengurusan label hak paten di Kementerian Pertanian. Dan diprediksi hak paten tersebut akan keluar sekira bulan Juni. Setelah sah mendapatkan label tersebut, maka Kabupaten Sleman mempunyai dua jenis salak yang sudah dipatenkan yaitu salak pondoh super dan madu probo.
Ganjar Pranowo Akan Coba Aplikasi Nelayan Pintar
Edi menambahkan, salak jenis madu probo ini memang belum terlalu banyak dikembangkan petani. Dari jumlah luasan keseluruhan lahan salak di Sleman sekira 2.500 hektare, baru puluhan hektare saja yang ditanami salak jenis ini.
Adapun perbedaannya dengan jenis Pondoh Super, jenis Madu Probo memiliki tekstur kulit yang lebih bagus ketimbang pondoh super. Sementara untuk rasa, hampir sama. Karena itu, pengembangkan salak jenis tersebut terus dilakukan. Sebab, saat ini petani setempat masih mengalami kesulitan.
Kesulitan yang dialami petani antara lain kulitnya yang mudah pecah, yang mana disebabkan karena terlalu banyaknya diberi pupuk NPK. Padahal untuk menghasilkan kualitas buah yang bagus, harus lebih banyak pupuk organik.
Selain dari perbedaan rasa dan penampakannya, menurut Edi, salak madu probo di pasaran akan lebih mahal dibandingkan pondoh super. Bila pondoh super berkisar Rp 5.000/kg, madu probo bisa mencapai Rp 8.000/kg. Mahasiswa IPB Ciptakan Robot untuk Bantu Pekerjaan Petani