Menurut sumber koran ini, tersangka yang merupakan buruh harian lepas mengenal korban Ni Putu Yuniawati, 39, melalui aplikasi MiChat beberapa bulan sebelum mengeksekusinya. Menariknya, tersangka juga diketahui juga punya dua orang istri.
“Dia istrinya dua. Satu di Buleleng dan satu di Manado, yang dibuat pelarian itu. Dengan istrinya yang kedua itu, tersangka sudah pindah agama,” jelas sumber pada Minggu (11/8).
Baca juga: Female DJ Mytha, Berani Seksi, tapi Enggan Buka-bukaan
Dengan seluk beluk demikian, tersangka yang juga hobi bermain MiChat kemudian mengenal korban. Perkenalan melalui dunia maya tersebut berlanjut dengan pertemuan antara keduanya. “Iya kenalnya di MiChat, korban kan anaknya dua,” jelas sumber.
Sebelumnya empat hari menjadi buronan Polresta Denpasar, Kanit I Iptu Made Putra Yudistira didampingi Kasubnit Iptu Ngurah Eka Wisada berhasil mengejar dan menangkap tersangka hingga ke Sulawesi. Tersangka saat diketahui bersembunyi di rumah istri keduanya (diakui pacar) di Jalan Lingkungan V Kampung Baru Kelurahan Teling, Manado.
Keberadaan tersangka di lokasi terendus sejak Rabu (7/8). Kemudian tersangka berpindah tempat keesokan harinya menuju Kelurahan Molompar Kecamatan Belang, Minahasa Tenggara.
“Kami amankan malam hari. Setelah melakukan penyanggongan, tersangka keluar dari tempat persembunyiannya. Sedang bertemu istrinya menggunakan mobil Daihatsu Luxio,” ucap sumber.
Masih keterangan sumber petugas, bahwa tersangka mengaku membunuh korban dengan cara melipat tubuh korban serta membekap korban menggunakan handuk. Hingga korban tidak bisa bernapas. Pun menurut keterangan sumber, tersangka juga memiting leher korban dari belakang, hingga korban tewas. “Pengakuannya sebelumnya dihina karena tidak bisa memuaskan korban. Jadi emosi. Dan membunuhnya,” jelasnya.