Dalam menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang memutuskan untuk bersepeda. Keputusan ini datang karena berbagai macam hal, seperti jarak jangkau yang jauh hingga sistem gerak yang lebih mudah dibandingkan bila harus berlari.
Berlari juga lebih memakan tenaga dibandingkan bersepeda karena bertumpu pada paha bukan gowesan sepeda. Minat yang tinggi rupanya juga didasari beragam manfaat yang ada dalam kegiatan bersepeda.
Pasca karantina mandiri atau lockdown, kegiatan bersepeda mampu menjangkau jarak tempuh yang lebih jauh. Tingkat stres akan berkurang saat bersepeda sembari melihat kondisi lapangan sekitar.
Tidak hanya itu saja, banyak manfaat yang didapatkan dari bersepeda. Menurut Dr. Clare Safran-Norton, Physical Therapist dari Harvard University, bersepeda memiliki beragam manfaat lain selain kesehatan.
“Kegiatan yang memacu sosialisasi, menyenangkan, dan bersepeda dapat membawamu keluar sekaligus berolahraga,” pungkas Dr. Clare Safran-Norton.
Kegiatan bersepeda yang memang menyenangkan juga menghadirkan beragam manfaat untuk kesehatan organ tubuh.
1. Baik Untuk Persendian
Sendi merupakan pertemuan antara satu bagian tulang dengan yang lainnya. Ketika bersepeda dan duduk, maka titik tumpu akan berada di persendian. Tidak seperti berlari yang memiliki titik tumpu pada bagian kaki.
Melakukan sepeda akan memacu pergerakan di bagian sendi. “Bersepeda baik untuk siapapun yang memiliki riwayat penyakit persendian atau nyeri karena umur,” ujar Dr. Safran-Norton.
Ada banyak persendian yang melibatkan olahraga bersepeda, salah satunya adalah bagian lutut. Tumpuan ini juga menggunakan otot paha sebagai tenaga gerak sendi utama.
2. Mengurangi Tingkat Stres
Stres merupakan salah satu masalah yang dimiliki banyak orang, baik karena kegiatan, masalah, atau aktivitas yang ditemui sehari-hari.
Rupanya bersepeda tidak hanya bermanfaat untuk fisik, melainkan psikis. Otak memang memiliki andil yang besar dalam menyebabkan suatu penyakit. Baik karena tubuh yang sehat akibat banyak pikiran, atau terlalu diforsir dalam kegiatan tertentu.
Tubuh Anda akan memproduksi hormon dopamin yang berfungsi meningkatkan rasa bahagia saat bersepeda dan mengurangi tingkat stres atau bahkan depresi.
3. Mengurangi Risiko Diabetes
Diabetes merupakan mimpi buruk bagi semua orang, namun Anda dapat mengurangi tingkat risiko penyakit satu ini dengan bersepeda. Diabetes Tipe 2 yang meningkat menjadi salah satu perhatian khusus lembaga kesehatan.
Salah satu penyebab tingginya penyakit diabetes adalah kurangnya aktivitas fisik dan menjadi alasan terbanyak yang menyebabkan timbulnya penyakit ini.
Penelitian di Finlandia menemukan bahwa kegiatan bersepeda selama 30 menit per hari mampu mengurangi 40 persen resiko diabetes.
4. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Jantung merupakan organ vital bagi manusia, apalagi kalau bukan tugasnya sebagai pemompa oksigen dan darah ke seluruh organ tubuh.
Rupanya, bersepeda secara teratur mampu memperbaiki kinerja jantung, paru-paru, sirkulasi darah, hingga menurunkan penyakit kardiovaskular.
Bersepeda juga dapat memperkuat otot jantung dan mengurangi kadar lemak yang berada di dalam darah. Menurut studi di Denmark, orang yang bersepeda secara teratur akan memiliki risiko penyakit jantung yang kecil hingga di hari tua.
Jantung sendiri akan terpacu dengan kegiatan olahraga, salah satunya dengan bersepeda secara rutin. Tidak membutuhkan waktu yang lama, nyatanya 30 menit lebih dari cukup guna menjaga kualitas organ tubuh vital tersebut.
5. Mengendalikan Berat Badan
Berat badan merupakan hal yang penting guna menjauhi berbagai risiko yang mengikutinya, seperti obesitas. Bersepeda mampu membakar lemak tubuh, meningkatkan metabolisme, hingga meningkatkan massa otot.
Bagi Anda yang sedang dalam program diet atau ingin mengurangi berat badan, bersepeda merupakan kegiatan yang bermanfaat dan mendukung program diet Anda. Kegiatan kardio satu ini mampu membakar kalori berlebih dan menyesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari.
Kombinasi bersepeda secara teratur dan pola makan yang sehat dapat meningkatkan kinerja organ tubuh lebih baik. Kalori berlebih dapat dibakar melalui melakukan kegiatan bersepeda.
Faktanya, bersepeda 30 menit setiap hari mampu membakar hampir 5 kilogram lemak secara teratur. Namun kembali ke poin awal, harus diimbangi dengan gaya hidup yang juga sehat seperti tidak begadang, istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan sehat, dan asupan air minum yang cukup.
Air minum berperan penting menjaga tubuh dari kurangnya cairan tubuh. Tidak lupa, tubuh membutuhkan cairan untuk organ tubuhnya seperti jantung, lambung, paru-paru, otak, dan lain sebagainya.
Pastikan juga bahwa air minum yang Anda konsumsi merupakan air mineral berkualitas. AQUA menjadi pelopor air minum berkualitas untuk menjaga tubuh dari dehidrasi. Kualitas air minum AQUA dijaga secara hati-hati, dikemas tanpa sentuhan tangan manusia. Ekosistem di sekitar 17 mata air pegunungan yang tersebar di Indonesia dari Sabang sampai Merauke juga dilindungi, sehingga kealamian mineralnya terjaga.
Tidak hanya itu, air mineral AQUA memiliki kandungan mineral penting seperti Kalsium, Kalium, Magnesium, Silica, Zinc, dan lain sebagainya untuk kesehatan tulang dan gigi.
Jadi, selalu jaga cairan tubuh Anda dengan air mineral terbaik. Terlebih setelah bersepeda, sudahkah Anda minum AQUA hari ini?
Referensi:
- https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/manfaat-bersepeda-bagi-kesehatan/
- https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/the-top-5-benefits-of-cycling
- https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/cycling-health-benefits
- https://www.sehataqua.co.id/organ-organ-ini-tak-bisa-hidup-tanpa-air/
- https://www.sehataqua.co.id/inilah-keunggulan-air-minum-dari-sumber-air-pegunungan/